Pengertian

Hufagripp Forte merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan demam dan meringankan gejala-gejala batuk, pilek yang menyertai influenza. Hufagripp Forte mengandung Paracetamol, Ephedrine HCI, Chlorpheniramine Maleate dan Glyceryl Guaiacolate. Paracetamol adalah obat yang memiliki aktivitas sebagai antipiretik sekaligus analgetik. Ephedrin sebagai nasal dekongestan, meredakan pilek dan hidung tersumbat. Glyceryl guaiacolate adalah obat yang termasuk ekspektoran dan chlorpheniramine maleate adalah obat alergi golongan antihistamin generasi pertama.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek
  • Kandungan:Paracetamol 500 mg, Ephedrine HCI 5 mg, Chlorpheniramine Maleate 2 mg, Glyceryl Guaiacolate 50 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Gratia Husada Farma.

Kegunaan

Kegunaan Hufagripp Forte adalah untuk menurunkan demam dan meringankan gejala-gejala batuk, pilek yang menyertai influenza.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan Penggunaan Hufagripp Forte:
Anak-anak: 3 x sehari ½ kaplet.
Dewasa: 3 x sehari 1-2 kaplet.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan obat ini adalah mual dan muntah, sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan psikomotor, aritmia, takikardi (detak jantung lebih cepat), mulut kering, dan retensi urin.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang hipersensitif terhadap kandungan paracetamol, pseudoephedrine, Ephedrine HCl, Chlorpheniramine Maleate dan Glyceryl Guaiacolate.
  • Pasien yang mempunyai gangguan fungsi hati, penderita hipertensi, glaukoma, diabetes, dan asma.

Interaksi Obat:

  • Penggunaan dengan obat anti depresan dengan cara kerja penghambat MAO dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Antasida dapat meningkatkan efek psedudoephdrine HCl.

Kategori Kehamilan:
FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan paracetamol dan ephedrine kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.