Pengertian

Hydrocortisone adalah salah satu obat kortikosteroid yang berfungsi untuk meredakan peradangan (inflamasi). Obat ini dapat digunakan sebagai untuk mengatasi alergi, kelainan kulit, kolitis ulseratif, artritis, lupus, psoriasis, dan gangguan pernapasan. Karena hydrocortisone termasuk golongan kortikosteroid, obat ini dapat melemahkan sistem imun sehingga penggunanya lebih mudah terkena infeksi baru atau memperburuk infeksi yang sudah terjadi. Untuk menghindari hal tersebut, pengguna hydrocortisone dianjurkan untuk menghindari kontak dengan orang sakit atau penderita infeksi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid.
  • Kandungan: Hydrocortisone 2.5%.
  • Bentuk: Krim.
  • Bentuk Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 5 gram.
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Hydrocortisone digunakan untuk mengobati eksema, inflamasi, dermatitis alergi.

Dosis & Cara Penggunaan

Oleskan 3 -4 kali pada area kulit yang dituju.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu gangguan penglihatan, pembengkakan dan peningkatan berat badan, gangguan pernapasan, depresi dan gangguan perilaku diikuti dengan kejang-kejang, muntah darah atau feses disertai darah, pankreatitis, hipokalemia, tekanan darah tinggi.

Kontraindikasi
Hydrocortisone Krim 1% sebaiknya tidak digunakan untuk kondisi dibawah ini:
1. Infeksi virus atau jamur,
2. Lesi tuberkular atau sifilis,
3. Infeksi bakteri kecuali digunakan bersama dengan kemoterapi yang sesuai.

Interaksi Obat
Interaksi obat ini antara lain:
1. Tiazid dapat meningkatkan hiperglikemia dan hipokalemia yang disebabkan oleh kortikosteroid.
2. Peningkatan kejadian ulkus peptikum atau perdarahan GI dengan admin NSAID bersamaan.
3. Respons terhadap antikoagulan diubah.
Dosis antidiabetik dan antihipertensi perlu ditingkatkan.
4.Mengurangi konsentrasi serum salisilat dan agen antimuskarinik.
5. Etanol dapat meningkatkan iritasi mukosa lambung.
6. Mengurangi kemanjuran dengan penggunaan bersamaan dari carbamazepine, phenytoin, primidone, barbiturat dan rifampisin.
7. Penghentian metabolisme bersama antara siklosporin dan kortikosteroid meningkatkan konsentrasi plasma kedua obat.
8.Efek yang ditingkatkan pada wanita yang menggunakan estrogen atau kontrasepsi oral.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Hydrocortisone ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Hydrocortisone selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.