Pengertian

Hystolan adalah obat yang digunakan untuk gangguan vaskular perifer dan untuk relaksasi uterus (rahim) yang mengandung Isoxsuprine. Isoxsuprine adalah obat yang masuk dalam kategori vasodilator, yaitu obat yang berfungsi untuk memperlebar pembuluh darah untuk memperlancar aliran darah. Obat ini bekerja dengan mengendurkan otot polos pada dinding pembuluh darah sehingga luas penampangnya melebar. Selain itu, dengan berikatan dengan senyawa tertentu pada tubuh, Isoxsuprine juga mengendurkan otot dinding rahim dan jantung sehingga detak jantung berkurang.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikoagulan, Antiplatelet dan Fibrinolitik (Trombolitik)
  • Kandungan: Isoxsuprine HCl 20 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Dexa Medica.

Kegunaan

Hystolan digunakan untuk melebarkan pembuluh darah, mengendurkan otot rahim.

Dosis & Cara Penggunaan

Hystolan adalah obat keras sehingga hanya dapat dibeli dan dikonsumsi dengan resep Dokter. Untuk dosis dan cara pemakaian pun sebaiknya mengikuti petunjuk Dokter. Dosis umum dalam pemakaian Hystolan adalah 1 tablet sekali makan, 3-4 kali sehari sesudah makan.

Efek Samping

Setiap obat pasti memiliki efek samping. Akan tetapi, efek samping yang dirasakan setiap orang mungkin saja berbeda. Efek samping yang mungkin anda rasakan selama pemakaian Hystolan adalah peningkatan kadar asam lemak dalam darah, iritasi kulit, mual dan muntah.
Apabila efek samping tidak kunjung membaik atau malah memburuk, segera hentikan pemakaian Hystolan dan konsultasikan pada Dokter.

Kontraindikasi:
Obat ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien arterial haemorrhage (pendarahan arteri).

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Hystolan ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.