Pengertian

Ibol merupakan obat yang mengandung ibuprofen. Ibol digunakan untuk mengurangi rasa sakit dari berbagai kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kram menstruasi, nyeri otot, atau nyeri persendian. Ibol juga digunakan untuk menurunkan demam dan untuk meringankan rasa sakit dan nyeri ringan akibat flu. Ibol bekerja dengan menghalangi produksi zat alami tertentu dalam tubuh yang dapat menyebabkan peradangan, sehingga membantu untuk mengurangi pembengkakan, nyeri, atau demam. Hindari penggunaan Ibol pada wanita hamil dan menyusui.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
  • Kandungan: Ibuprofen 200 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: PT Merck Sharp Dohme Pharma

Kegunaan

Ibol digunakan untuk menurunkan demam dan untuk meringankan rasa sakit dan nyeri ringan.

Dosis & Cara Penggunaan

Anjuran Pakai Obat Ibol:

  • Anak Usia 1-2 tahun: 1/2 tablet, diminum 3 kali sehari
  • Anak Usia 3-7 tahun: 1 tablet, diminum 3-4 kali sehari
  • Anak usia > 8 tahun dan Dewasa: 2 tablet, diminum 3-4 kali sehari

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Ibol, antara lain:
- Mual, muntah
- Diare, sembelit
- Perut kembung
- Sakit kepala, pusing
- Batuk
- Ruam
- Pruritus (gatal seluruh tubuh)

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Ibol pada pasien yang memiliki indikasi:
- Hipersensitif (termasuk asma) terhadap ibuprofen atau obat anti inflamasi non steroid lainnya.
- Riwayat perdarahan saluran pencernaan, perforasi, atau ulserasi terkait terapi obat anti inflamasi non steroid.
- Gagal jantung parah atau pasien yang menjalani operasi cangkok bypass arteri koroner.
- Gangguan ginjal atau hati berat.
- Kehamilan (trimester ketiga).

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ibol:
- Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan dengan obat anti inflamasi non steroid lainnya (misalnya: Aspirin), antiplatelet, antikoagulan (misalnya: Warfarin), kortikosteroid, SSRI.
- Meningkatkan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal jika diberikan bersamaan dengan siklosporin, tacrolimus.
- Meningkatkan kadar dan risiko toksisitas jika diberikan bersamaan dengan litium, metotreksat.
- Dapat mengurangi efek antihipertensi dari inhibitor ACE, antagonis reseptor angiotensin II; efek natriuretik diuretik.