Ibuprofen

Ibuprofen

Obat

Pengertian

Ibuprofen adalah obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit dari berbagai kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, kram menstruasi, nyeri otot, atau nyeri persendian. Ibuprofen juga digunakan untuk mengurangi demam dan untuk meringankan rasa sakit dan nyeri ringan akibat flu. Ibuprofen bekerja dengan menghalangi produksi tubuh Anda dari zat alami tertentu yang menyebabkan peradangan sehingga membantu untuk mengurangi pembengkakan, nyeri, atau demam. Hindari penggunaan Ibuprofen pada wanita hamil dan menyusui.

Keterangan

  1. Ibuprofen Tablet
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Analgesik
    • Kandungan: Ibuprofen 200 mg ; Ibuprofen 400 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Indofarma ; First Medifarma ; Promedrahardjo Farmasi ; Novapharin ; Yarindo ; Ifars ; Tempo Scan Pasific; Rama Emerald Multi Sukses; Phapros ; Harbat Farma ; Holi pharma ; Mulia Farma ; Erela ; Balatif ; Phyto Kemo Agun Farma.
    • Harga: Rp 2.000 - Rp 12.000 / Strip
  2. Ibuprofen Sirup 
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Analgesik
    • Kandungan: Ibuprofen 100 mg/5 mL ; Ibuprofen 200 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Novapharin; Tempo Scan; Harsen; Imfarmind Farmasi Industri; First Medifarma; Sampharindo; Rama Emerald; Bernofarm
    • Harga: Rp 5.000 - Rp 18.000 / botol
  3. Ibuprofen Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Analgesik
    • Kandungan: Ibuprofen 100 mg/ mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Box, 5 Vial @ 4 mL
    • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Merk Dagang yang Beredar di Indonesia
Bufect, Brufen, Axofen, Novaxifen, Dolofen, Etafen, Farsifen, Proris, Ibufen.

Kegunaan

Ibuprofen digunakan sebagai Obat Pereda Nyeri dan Demam.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Ibuprofen secara umum adalah sebagai berikut:

  • Meredakan rasa sakit pada orang dewasa: 
    400-800 mg tiap 6 jam sekali. Maksimal dosis per hari adalah 3.2 gram.
  • Rheumatoid arthritis pada anak-anak usia 16 tahun ke bawah (juvenile rheumatoid arthritis):
    30-40 mg per hari dengan dibagi menjadi 3-4 kali jadwal pemberian. Maksimal dosis per hari adalah 2,4 gram.
  • Demam:
    Dewasa: 200-400 mg per 4-6 jam sekali. Dosis maksimal per hari adalah 1.2-2.4 gram.Anak-anak usia 6 bulan-12 tahun: 10 mg/kg tiap 6-8 jam. Dosis maksimal per hari adalah 40 mg/kg.
  • Nyeri ringan dan sedang:
    Dewasa: 200-400 mg per 4-6 jam sekali. Dosis maksimal per hari adalah 1.2-2.4 gram.Anak-anak usia 6 bulan – 12 tahun: 4-10 mg/kg tiap 6-8 jam.
  • Osteoarthritis dan rheumatoid arthritis pada orang dewasa:
    400-800 mg tiap 6-8 jam. Dosis maksimal per hari adalah 3.2 gram.
  • Nyeri haid:
    200-400 mg tiap 4-6 jam. Dosis maksimal per hari adalah 1.2-2.4 gram.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul adalah:

  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Nyeri ulu hati
  • Gangguan pencernaan
  • Diare atau konstipasi
  • Sakit kepala
  • Tukak lambung
  • Muntah darah
  • Tinja berwarna hitam atau disertai darah.

Overdosis

  • Gejala overdosis Ibuprofen adalah sakit kepala, kantuk, depresi susunan saraf pusat, kejang, tinitus, mual, muntah, sakit perut, hipotensi, bradikardia, takikardia, fibrilasi atrium, apnea, gagal pernapasan, hiperkalemia, gagal ginjal akut, letargi, asidosis metabolik, koma.
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan suportif dan simtomatik (oleh tenaga medis). Induksi emesis dengan sirup ipecac atau lakukan bilas lambung. Berikan arang aktif untuk mengurangi penyerapan dan reabsorpsi.

Kontraindikasi
Hindari pengunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitivitas (termasuk asma) terhadap ibuprofen atau NSAID lainnya.
  • Riwayat perdarahan gastrointestinal, perforasi, atau ulserasi terkait terapi NSAID.
  • Ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan.
  • Gagal jantung parah atau pasien yang menjalani operasi cangkok bypass arteri koroner.
  • Gangguan ginjal atau hati berat.
  • Kehamilan (trimester ketiga).

Interaksi Obat

  • Risiko perdarahan saluran pencernaan akibat ibuprofen dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan warfarin, kortikosteroid, obat penghambat penyerapan serotonin selektif (SSRIs), serta aspirin.
  • Dapat menurunkan kandungan natrium pada urine jika dikonsumsi bersamaan dengan obat diuretik.
  • Dapat mengurangi efek antihipertensi dari penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitors) atau penghalang reseptor angiotensin II (ARBs).
  • Tingkat toksisitas ibuprofen dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan lithium atau methotrexate. Selain itu, tingkat toksisitas ibuprofen bagi ginjal juga dapat meningkat jika digunakan bersamaan dengan tacrolimus dan cyclosporine.
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

ARTIKEL TERKAIT

WHO: Hindari Ibuprofen untuk Penanganan Infeksi Virus Corona

Info Sehat
19 Mar

Kebanyakan Minum Obat Antinyeri Bisa Pengaruhi Psikologis?

Info Sehat
22 Apr

Menghilangkan Bunion Tanpa Operasi

Info Sehat
11 Apr

Mengapa Penisilin dan Antibiotik Golongan Sulfa Rentan Picu Alergi?

Info Sehat
01 Apr

Mana Lebih Picu Alergi Obat, Parasetamol atau Ibuprofen?

Info Sehat
29 Mar