Pengertian

Ikalep merupakan sediaan obat yang mengandung zat aktif asam valproat. Obat ini berguna untuk menangani kejang, umumnya akibat penyakit epilepsi. Ikalep bekerja dengan mengembalikan keseimbangan sinyal dalam otak, sehingga kejang-kejang berhenti. Ikalep tersedia dalam kemasan sediaan Tablet dan Sirup, pada umumnya perbedaan sediaan berguna untuk mengatasi pasien yang sulit menelan dan menutupi rasa yang tidak enak pada obat. Hindari penggunaan Ikalep pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan

  1. Ikalep Tablet:
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Kategori: Antikonvulsan.
    • Kandungan: Valproic Acid.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol @ 30 Tablet.
    • Farmasi: Ikapharmindo Putramas
  2. Ikalep Sirup:
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Kategori: Antikonvulsan.
    • Kandungan: Valproic Acid.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 120 mL.
    • Farmasi: Ikapharmindo Putramas.

Kegunaan

Ikalep digunakan sebagai pengobatan untuk membantu mengatasi gejala Epilepsi.

Dosis & Cara Penggunaan

Ikalep termasuk dalam golongan Obat Keras penggunaannya harus dengan Anjuran dan Resep Dokter.

Awalnya: 15 mg/kg/hari dapat ditingkatkan 5-10 mg/kg/hari pada interval minggu. Maksimal: 60 mg/kg/hari. Dosis> 250 mg/hari harus diberikan dalam dosis terbagi.

Efek Samping

  1. Mual, muntah, diare, kram perut, sembelit, mulas.
  2. Sedasi atau memberikan efek tenang.
  3. Tremor atau gemetaran.
  4. Sakit kepala.
  5. Kantuk.
  6. Pusing.
  7. Ruam kulit alopesia.
  8. Fotosensitifitas atau sensitif terhadap cahaya.
  9. Depresi.
  10. Psikosis atau gangguan mental.


Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Ikalep pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Peningkatan konsentrasi fenobarb dalam plasma.
  • Penurunan konsentrasi dengan antiepilepsi misalnya, carbamazepine, fenobarb dan fenitoin.
  • Peningkatan efek primidon.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ikalep:
1. Hipersensitivitas.
2. Gangguan fungsi hati.
3. Kehamilan.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan ikalep ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.