Pengertian

Imodium merupakan obat yang mengandung Loperamide sebagai zat aktifnya. Imodium digunakan untuk mengatasi diare akut. Jenis diare ini menyerang secara tiba-tiba dan biasanya berhenti dalam waktu beberapa hari. Diare ini umumnya disebabkan oleh infeksi akibat bakteri, virus atau jenis kuman lainnya. Imodium berfungsi untuk memperlambat aktivitas usus besar sehingga makanan akan tertahan lebih lama di dalam usus. Dengan begitu, usus akan menyerap lebih banyak air dan tinja akan menjadi lebih padat. Tetapi harap diingat bahwa imodium hanya dapat meredakan gejala diare dan tidak mengobati penyebabnya. Sebagian besar penderita diare akut bisa sembuh dengan banyak minum untuk mencegah dehidrasi dan tanpa penanganan khusus.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Antidiare
  • Kandungan: Loperamide 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Taisho Pharmaceutical Indonesia.

Kegunaan

Imodium digunakan untuk mengatasi gejala Diare.

Dosis & Cara Penggunaan

Imodium merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep Dokter. 

Dosis lazim: 1-2 tablet 1-2 kali sehari. Untuk diare kronik 2-4 tablet sehari dalam dosis terbagi. Maksimal 8 tablet sehari. Obat diminum setiap selesai buang air. Bila setelah 48 jam tidak ada perbaikan, hentikan terapi dan konsultasikan kembali dengan Dokter.

Efek Samping

Efek samping yang umumnya dialami pasien selama menggunakan obat ini meliputi perut kembung, sembelit, kehilangan selera makan dan nyeri perut berat disertai mual dan muntah.

Kontraindikasi:

  • Konstipasi, ileus.
  • Disentri akut yang ditandai dengan feses berdarah dan demam tinggi.
  • Enterokolitis bakteri yang disebabkan oleh Salmonella, Shigella dan Campylobacter.
  • Sakit perut tanpa diare.

Interaksi Obat:
Beberapa obat mungkin berinteraksi dengan loperamide. Konsultasikan dengan Dokter Anda jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, terutama salah satu dari berikut: Quinidine atau ritonavir karena kedua obat tersebut dapat meningkatkan risiko efek samping loperamide. Saquinavir karena efektivitasnya dapat berkurang oleh loperamide.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Imodium ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).