Imojev

Imojev

Obat

Pengertian

Imojev merupakan sediaan obat dalam bentuk cairan injeksi yang memiliki komposisi Virus yang dilemahkan (ensefalitis) yang digunakan sebagai antivirus Japanese yaitu penyakit virus akibat nyamuk Culex tritaeniorhynchus. Jika penyakit tersebut tidak segera diobati akan terjadi kelumpuhan hingga dapat menyebabkan kematian. penyakit virus japanese ini dapat ditularkan pada musim hujan dan di malam hari. Gejala virus ini dapat kelihatan 5-15 hari setelah terkena gigitan nyamuk Culex tritaeniorhynchus.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Vaksin Antiserum.
  • Kandungan: Virus dilemahkan ensefalitis Jepang (diperbanyak dalam sel Vero)
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 10 Vial @ 0,5 mL + 10 Vial Pelarut @ 2 mL.
  • Farmasi: Aventis Indonesia Pharma.

Kegunaan

Imojev dapat digunakan untuk mengatasi virus japanese akibat nyamuk Culex tritaeniorhynchus yang rentan terjadi pada anak usia > 9 bulan dan pada musin penghujan malam hari.

Dosis & Cara Penggunaan

Imojev merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan imojev juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan imojev injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

Dosis penggunaan > 12 tahun : 0.5 mL digunakan secara injeksi dalam dosis tunggal.

Efek Samping

  • Dapat menyebabkan keletihan
  • Nyeri pada tempat injeksi
  • Nyeri pada kepala
  • Demam disertai menggigil
  • Dapat terjadi kemerahan pada kulit
  • Gangguan pada pencernaan
  • Batuk dan hidung tersumbat
  • Dapat mengurangi nafsu makan

Kontraindikasi

  • Tidak digunakan pada pasein yang sedang terkena penyakit demam atau penyakit akut.
  • Pasien yang sedang menjalani kemoterapi
  • Pasien yang sedang mengkonsumsi obat Kortikosteroid.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit HIV.
  • Tidak digunakan pada pasien yang sedang dalam masa kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat
Jangan digunakan jika setelah 6 minggu atau 3 bulan setelah melakukan vaksinasi produk yang mengandung darah dan plasma.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter