Pengertian

Inacid merupakan salah satu nama dagang sediaan tablet yang mengandung levofloxacin hemihydrate, obat ini diproduksi oleh Indofarma. Inacid atau levofloxacin hemihydrate yang diindikasikan untuk sinusitis bakteri akut, pneumonia komunitas, pengobatan dan profilaksis antrax, pielonefritis (infeksi pada ginjal), eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis, prostatitis bakteri akut, infeksi saluran kemih dengan komplikasi dan infeksi saluran kemih tanpa komplikasi. Levofloxacin merupakan antibiotik golongan quinolon dan memiliki mekanisme kerja memberikan aksi antibakteri dengan menghambat bakteri topoisomerase IV dan DNA gyrase, enzim yang diperlukan untuk replikasi DNA, perbaikan transkripsi dan rekombinasi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik Golongan Kuinolon.
  • Bentuk: Tablet.
  • Kandungan: Levofloxacin Hemihydrate 500 mg.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Indofarma.

Kegunaan

Inacid digunakan sebagai terapi pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Inacid merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan inacid juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Sinusitis Bakteri Akut
    • Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 10-14 hari.
  2. Pneumonia Komunitas, Infeksi Kulit dan Struktur Kulit
    • Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 7-14 hari.
  3. Pengobatan dan Profilaksis Pasca Pajanan Antraks
    • Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 8 minggu.
      • Anak Usia ≥ 6 bulan ≤ 50 kg: 8 mg / kg 12 jam selama 60 hari (tidak melebihi 250 mg / dosis).
      • Anak Usia ≥ 6 bulan > 50 kg: 500 mg 24 jam selama 60 hari.
  4. Pielonefritis
    • Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 7-10 hari.
  5. Eksaserbasi Bakteri Akut Bronkitis Kronis
    • Dewasa: 500 mg1 x sehari selama 7-10 hari.
  6. Prostatitis Bakteri kKonis
    • Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 28 hari.
  7. Infeksi Saluran Kemih dengan Komplikasi
    • Dewasa: 500 mg 1 x sehari selama 7-14 hari.
  8. Infeksi Saluran Kemih Tanpa Komplikasi
    • Dewasa: 250 mg 1 x sehari selama 3 hari.

Efek Samping

  1. Efek saluran pencernaan (misalnya mual, diare, konstipasi).
  2. Sakit kepala
  3. Insomnia.
  4. Pusing.
  5. Tendinitis (peradangan pada tendon).
  6. Reaksi fotosensitifitas / fototoksisitas.
  7. Hipoglikemia (kadar gula darah rendah) atau hiperglikemia (kadar gula darah tinggi)
  8. Interval QT yang lama yang mengarah ke aritmia ventrikel, misalnya artralgia (nyeri sendi), artritis (radang sendi).
  9. Penurunan penglihatan sementara.
  10. Berpotensi Fatal: Hipersensitivitas dan / atau reaksi anafilaksis, hepatotoksisitas berat termasuk hepatitis, diare dan kolitis yang berhubungan dengan Clostridium difficile.


Kontraindikasi:

Hipersensitif terhadap levofloksasin atau kuinolon lainnya.

Interaksi Obat:

  1. Efek aditif dapat memperpanjang interval QT bersama kelas IA (misal. Quinidine, procainamide) atau kelas III (amiodarone, sotalol) antiaritmia, fluoxetine atau imipramine.
  2. Pengurangan penyerapan dengan sukralfat, ddI, antasid yang mengandung Mg atau Al, suplemen makanan yang mengandung Zn, Ca, Mg atau Fe.
  3. Perubahan kadar glukosa dengan agen antidiabetes (misal. Insulin, glibenclamide).
  4. MeningkatKan risiko gangguan tendon berat dengan kortikosteroid.
  5. Meningkatnya risiko stimulasi dan kejang SSP bersama Obat anti inflamasi Non steroid.
  6. Peningkatan waktu protrombin bersama warfarin.


Kategori Kehamilan:

Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan inacid ke dalam Kategori D :
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.