Pengertian

Incidal-OD mengandung Cetirizine yang merupakan Obat untuk meredakan gejala alergi seperti mata berair, hidung meler, mata atau hidung gatal, bersin, dan gatal-gatal. Incidal-OD bekerja dengan menghalangi zat alami tertentu (histamin) yang menimbulkan reaksi alergi. Incidal-OD hanya digunakan untuk mengatasi gejala alergi bukan untuk mengobati penyebabnya. Hindari penggunaan Incidal-OD pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan

  1. Incidal-OD Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antialergi
    • Kandungan: Cetirizine
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Kapsul
    • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Kapsul
    • Farmasi: Bayer Indonesia PT - Bayer Healthcare
  2. Incidal-OD Sirup
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antialergi
    • Kandungan: Cetirizine
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Box, Botol Plastik @ 60 mL
    • Farmasi: Bayer Indonesia PT - Bayer Healthcare.

Kegunaan

Incidal-OD digunakan sebagai Obat untuk mengatasi Alergi.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  • Usia > 12 tahun : 10 mg 1 kali sehari.
  • Anak Usia 6-12 Tahun : 5 mg 2 kali sehari.
  • Anak Usia 2-6 : 2,5 mg 2 kali sehari.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin dapat timbul selama penggunaan Incidal-OD yaitu:
1. Mengantuk
2. Pusing
3. Lemas dan lelah
4. Mual
5. Pusing
6. Mulut kering
7. Iritasi hidung
8. Sakit tenggorokan
9. Sakit perut
10. Diare

Kontraindikasi:
Gagguan ginjal berat.

Interaksi Obat:

  • Pemberian hydroxyzine dan levocetirizin bersama Incidal dapat menyebabkan overdosis.
  • Hindari penggunaan cetirizine bersamaan dengan obat penenang karena dapat meningkatkan efek sedatif (tidur).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Incidal-OD ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).