Pengertian

Induxin adalah sediaan injeksi yang mengandung Oksitosin, Induxin digunakan untuk menginduksi persalinan atau memperkuat kontraksi uterus, atau untuk mengendalikan perdarahan setelah melahirkan. Induxin atau Oksitosin juga digunakan untuk merangsang kontraksi rahim pada wanita dengan keguguran yang tidak lengkap atau terancam.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat-obatan yang Kontraksi Rahim.
  • Kandungan: Oksitosin 10 IU.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Ampul 1 mL.
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Induxin digunakan untuk meningkatkan kontraksi uterus, agar proses persalinan dapat berjalan lebih cepat. Selain itu, dapat membantu menghasilkan kontraksi uterus pada kala III persalinan, sehingga dapat mengontrol perdarahan postpartum (setelah melahirkan).

Dosis & Cara Penggunaan

Induxin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan induxin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan induxin injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  1. Intravena
    Perdarahan postpartum
    Dewasa: 10-40 unit dengan infus dalam 1000 mL cairan IV dengan kecepatan yang cukup untuk mengendalikan atonia uteri.
  2. Tambahan dalam aborsi
    Dewasa: 10-20 miliunit / menit. Dosis total maks: 30 unit dalam periode 12 jam.
  3. Induksi persalinan
    Dewasa: 1-2 miliunit / menit, dapat meningkat pada interval setidaknya 30 menit hingga maksimal 3-4 kontraksi terjadi setiap 10 menit.

Efek Samping

  1. Penyakit kuning.
  2. Gangguaan irama jantung aritmia, bradikardia.
  3. Kerusakan sistem saraf pusat.
  4. Perdarahan retina.
  5. Hipotensi sementara.
  6. Iritasi hidung.
  7. Kontraksi hebat.
  8. Mual, muntah.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Induxin pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Disproporsi sefalopelvis (Ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina).
  2. Kontraindikasi persalinan pervagina (kanker serviks invasif, herpes genital aktif, prolaps tali pusat, presentasi tali pusat, total plasenta previa, atau vasa previa).

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Induxin:

  1. Pemberian bersama dengan prostaglandin dapat meningkatkan resiko ruptur uteri dan laserasi serviks.
  2. Pemberian bersama obat-obatan simpatomimetik dapat meningkatkan efek vasopressor obat-obat tersebut.
  3. Pemberian bersama dengan ergometrine memberikan keuntungan dimana perdarahan post partum dapat dikontrol melalui dua mekanisme yang berbeda, yaitu: oxytocin memberikan efek cepat, sementara ergometrine dapat mempertahankan respon yang telah dicapai dari pemberian oxytocin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Induxin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.