Pengertian

Induxin adalah obat yang mengandung hormon oksitosin yang digunakan untuk menginduksi persalinan atau memperkuat kontraksi uterus, atau untuk mengendalikan perdarahan setelah melahirkan. Oksitosin juga digunakan untuk merangsang kontraksi rahim pada wanita dengan keguguran yang tidak lengkap atau terancam.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hormon.
  • Kandungan: tiap mL mengandung 10 IU oksitosin.
  • Bentuk: cairan injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Box @ 2 blister x 5 ampul; Ampul 1 mL.
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

-Antepartum Oxytocin dapat meningkatkan kontraksi uterus, agar proses persalinan dapat berjalan lebih cepat untuk kepentingan ibu dan/atau fetus.
-Postpartum Oxytocin dapat membantu menghasilkan kontraksi uterus pada kala III persalinan, sehingga dapat mengontrol perdarahan postpartum

Dosis & Cara Penggunaan

1. Antepartum :

a. Untuk induksi atau stimulasi persalinan diberikan infus intravena per drip dengan dosis 1 mL (10 unit) dalam 1000 mL cairan steril. Ini merupakan metode yang paling sesuai untuk induksi maupun stimulasi persalinan. Larutan harus tercampur dengan baik. Dosis awal harus diatur berkisar 1-4 mU/menit, dosis dapat dinaikkan bertahap 1-2 mU/menit, dalam interval minimal 20 menit, sampai pola kontraksi yang diinginkan (mirip dengan kontraksi pada persalinan normal) tercapai. Hal yang harus diperhatikan adalah stabilitas tetesan infus (misalnya dengan menggunakan infusion pump) dan monitoring kuat, frekuensi, dan durasi kontraksi serta detak jantung janin. Jika kontraksi menjadi terlalu kuat (hiperaktivitas), atau adanya gawat janin, infus dapat dihentikan secara mendadak dan stimulasinya pada otot uterus akan segera berkurang.

b. Terapi pada abortus inkomplit atau kehamilan yang sudah tidak dapat dipertahankan Infus intravena per drip 10 unit oxytocin dalam 500 mL saline atau D 5%, diberikan 20-40 tetes per menit.

2. Postpartum Untuk mengontrol perdarahan postpartum. Diberikan 10-40 unit oxytocin dalam 1000 mL larutan steril infus intravena per drip dan diberikan seperlunya sesuai dengan yang digunakan untuk mengontrol atonia uteri. Dapat pula diberikan secara intramuskular 1 mL (10 unit) segera setelah plasenta lahir.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Induxin Injeksi adalah:
1. Pada ibu: Reaksi anafilaktik (reaksi alergi berat), hemoragik postpartum (pendarahan pasca melahirkan), aritmia (masalah irama jantung), afibrinogenemia (kelainan fibrinogen darah), mual, muntah, kontraksi ventrikular prematur (gangguan detak jantung), hematoma pelvik (kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah), intoksikasi air (kondisi kadar garam atau sodium dalam darah turun secara drastis), kontraksi tetanik (kontraksi otot terus menerus) dan ruptur uteri (robekan dinding rahim).
2. Pada janin: Bradikardi (detak jantung lambat), kontraksi ventrikel prematur dan bentuk aritmia lainnya, kerusakan permanen susunan saraf pusat, kematian fetus, perdarahan retina, rendahnya nilai Apgar pada menit ke-5, ikterik neonatorum (bayi kuning).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Induxin injeksi pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Disproporsi sefalopelvik (keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina).
2. Kelainan letak yang diperkirakan tidak dapat lahir spontan pervaginam, misalnya letak lintang.
3. Pada kasus-kasus gawat, dimana lebih baik melalukan tindakan operasi sectio caesaria.
4. Gawat janin.
5. Pemakaian terus menerus pada inersia uteri atau toksemia (kelainan his yang kekuatannya tidak adekuat untuk melakukan pembukaan serviks atau mendorong janin keluar) yang berat.
6. Kontraksi hipertonus (kontraksi terus menerus).
7. Hipersensitif.
8. Induksi persalinan dimana persalinan secara spontan pervaginam merupakan kontraindikasi, seperti ruptur tali pusat, plasenta previa totalis (kondisi ketika ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim), vasa previa (komplikasi dari kehamilan di mana pembuluh darah dari tali pusat terletak di selaput ketuban dan posisinya berada di dekat mulut rahim bagian dalam).

Interaksi Obat
Pemberian bersama dengan prostaglandin dapat meningkatkan resiko ruptur uteri dan laserasi serviks. Pemberian bersama obat-obatan simpatomimetik dapat meningkatkan efek vasopressor obat-obat tersebut. Pemberian bersama dengan ergometrine memberikan keuntungan dimana perdarahan post partum dapat dikontrol melalui dua mekanisme yang berbeda, yaitu: oxytocin memberikan efek cepat, sementara ergometrine dapat mempertahankan respon yang telah dicapai dari pemberian oxytocin.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Induxin Injeksi ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Induxin Injeksi selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.