Inotrop

Inotrop

Obat

Pengertian

Inotrop merupakan obat yang mengandung Dobutamine HCl sebagai zat aktifnya. Inotrop digunakan untuk mengobati gagal jantung akibat operasi atau melemahnya otot jantung, juga digunakan untuk meningkatkan Tekanan darah sistolik. Obat ini bekerja dengan cara merangsang kerja otot jantung dan meningkatkan aliran darah.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat jantung
  • Kandungan: Dobutamine HCI 25 mg/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial @ 10 mL.
  • Farmasi: PT Pratapa Nirmala Indonesia.

Kegunaan

Inotrop digunakan uintuk mengobati gagal jantung akibat operasi atau melemahnya otot jantung, serta untuk meningkatkan tekanan darah sistolik.

Dosis & Cara Penggunaan

Inotrop merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan inotrop juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan inotrop injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

Dosis: 2.5-10 mcg / kg Berat Badan / mnt sebagai infus IV.

Efek Samping

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Demam tinggi
  • Kaki kram

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat stenosis subaortik hipertrofi idiopatik (penebalan septum interventrikular secara asimetris dan tidak proporsional yang berkaitan dengan dinding ventrikel kiri yang bebas).

Interaksi Obat:

  • Kombinasi tanpa penghambat β akan menyebabkan efek α yang dominan, misalnya, HTN dan vasokonstriksi (terjadinya penyempitan pembuluh darah pada bagian tepi tubuh pada ujung - ujung jari kaki atau jari tangan).

Keamanan kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Inotrop ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter