Pengertian

Interflox mengandung ciprofloxacin yang merupakan antibiotik berguna untuk menangani berbagai jenis infeksi akibat bakteri, misalnya infeksi saluran kemih, infeksi pada saluran pencernaan, infeksi pada mata, dan infeksi seks yang menular. Interflox bekerja dengan membunuh atau mencegah perkembangan bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Karena itu, Interflox tidak akan efektif untuk mengobati flu dan pilek yang disebabkan oleh infeksi virus.

Keterangan

  1. Interflox Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Ciprofloxacin 500 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Kaplet
    • Kemasan: Dus, 3 Strip @ 4 Kaplet
    • Farmasi: Interbat PT
  2. Interflox Tetes Mata
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Ciprofloxacin 3 mg/mL
    • Bentuk: Tetes Mata
    • Satuan Penjualan: Botol Plastik
    • Kemasan: Dus, Botol Plastik @ 5 mL
    • Farmasi: Interbat PT
  3. Interflox Infus
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Ciprofloxacin 2 mg/mL
    • Bentuk: Infus
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 100 mL
    • Farmasi: Interbat PT

Kegunaan

Interflox merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Interflox termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Interflox kaplet
    • Dewasa: 500 mg, 3 kali sehari.
    • Anak-anak: 10-15 mg/kgBB, dosis maksimal 500 mg per kali pemberian
  2. Interflox Infus
    Interflox Infus termasuk golongan Obat Keras, disuntikan melalui Intravena/Intamuskular/Subkutan (langsung melalui pembuluh darah), maka dari itu penggunaan obat ini Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter.
    • Dosis umum Dewasa: 400 mg 2 kali sehari untuk melakukan infus selama 60 menit selama 7-14 hari.
  3. Interflox Tetes Mata
    • Dewasa: 1-2 tetes, 4 kali sehari. Jika infeksi mata tergolong parah, 1-2 tetes, setiap 2 jam, selama 2 hari. Selanjutnya, pemberian obat diteteskan 4 kali sehari. Durasi maksimal pemberian obat adalah 21 hari.
    • Anak-anak ≥1 tahun: dosis yang digunakan sama dengan dosis dewasa.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Interflox, sakit maag, mual dan muntah, diare, sakit kepala, pusing, insomnia (sulit tidur), vagina terasa gatal atau keputihan

Kontraindikasi
Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi gangguan jantung, myasthenia gravis (melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot), hipokalemia (Kadar kalium rendah dalam darah), gangguan tulang dan sendi, gangguan saraf, serta gangguan mental.

Interaksi Obat

  1. Jika dikonsumsi bersama teofilin bersama interflox dapat meningkatkan risiko epilepsi.
  2. Jika dikonsumsi bersama NSAID dapat meningkatkan risiko kejang.
  3. Jika dikonsumsi bersama obat penenang maka dapat meningkatkan hipotensi (tekanan darah rendah)


Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Interflox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.