Pengertian

Interzol merupakan obat produksi Interbat yang memiliki kandungan ketokonazol yang termasuk dalam golongan anti fungi/jamur. Yang kegunaannya untuk terapi infeksi sistemik/seluruh tubuh. Ketoconazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit. Misalnya kurap pada kaki,badan, atau lipat paha, panu, dermatitis seboroik, serta ketombe. Obat antijamur ini mampu membunuh jamur penyebab infeksi, sekaligus mencegahnya tumbuh kembali. Mekanisme kerja obat ini yaitu bekerja melemahkan struktur dan fungsi membran sel fungi melalui mekanisme blokade sintesis ergosterol melalui inhibisi sitokrom P-450. Interzol ada dalam bentuk sediaan krim,tablet dan cairan obat luar.

Keterangan

  1. Interzol Tablet
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Anti Fungi
    • Kandungan: Ketokonazole 200mg
    • Bentuk : Tablet
    • Penjualan : Strip
    • Kemasan : Strip @ 10 Tablet salut selaput
    • Farmasi : Interbat
  2. Interzol Krim
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Anti Fungi
    • Kandungan: Ketokonazole 2%
    • Bentuk : Krim
    • Penjualan : Tube
    • Kemasan : Tube @ 5 Gram
    • Farmasi : Interbat
  3. Interzol Cairan Obat Luar
    • Golongan : Obat Keras
    • Kelas Terapi : Anti Fungi
    • Kandungan: Ketokonazole 2%
    • Bentuk : Cairan Obat Luar
    • Penjualan :Botol
    • Kemasan : Botol @80 ml
    • Farmasi : Interbat

Kegunaan

Interzol digunakan untuk terapi infeksi sistemik/seluruh tubuh. Ketoconazole adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit. Misalnya kurap pada kaki, badan, atau lipat paha, panu, dermatitis seboroik, serta ketombe. Obat antijamur ini mampu membunuh jamur penyebab infeksi, sekaligus mencegahnya tumbuh kembali.

Dosis & Cara Penggunaan

Interzol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan interzol juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Interzol Krim
    Untuk pemakaian Topikal dioleskan tipis ke kulit
  2. Untuk Pemakaian Oral/diminum melalui mulut
    Infeksi jamur
    Diindikasikan untuk pengobatan infeksi jamur sistemik berikut pada pasien yang gagal atau yang tidak toleran terhadap terapi lain: blastomycosis, coccidioidomycosis, histoplasmosis, chromomycosis, dan paracoccidioidomycosis 200-400 mg perhari

Efek Samping

  1. Gangguan pencernaan(mis. Sakit perut, mual, muntah)
  2. Ruam
  3. Iritasi
  4. Dermatitis/peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit memerah dan gatal
  5. Sensasi terbakar
  6. Hepatotoksisitas/penyakit hati kronis.


Kontraindikasi

Tidak Boleh diberikan pada pasien dengan gangguan hati.

Interaksi Obat

  1. Dapat mengurangi penyerapan dengan antimuskarinik, antasid, H2-blocker, PPI, dan sukralfat.
  2. Konsentrasi plasma berkurang dg rifampisin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, fenitoin. Juga dapat mengurangi
    konsentrasi isoniazid dan rifampisin.
  3. Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral.
  4. Dapat mempotensiasi dan memperpanjang efek sedatif dan hipnotis (efek tertidur )misalnya midazolam dan triazolam.
  5. Peningkatan kadar nisoldipine dalam plasma.
  6. Peningkatan risiko hiperkalemia dan hipotensi dengan eplerenon.


Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan interzol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.