Pengertian

Invanz merupakan sediaan obat dalam bentuk serbuk injeksi yang memiliki komposisi Ertapenem yang dapat berfungsi untuk mengobati infeksi akibat bakteri seperti infeksi pada kulit dan jaringan lunak, peradangan pada paru-paru, infeksi pada saluran kemih, serta peradangan pada ginjal.

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras.
  • Kelas Terapi : Beta Lactam.
  • Kandungan: Ertapenem 1 Gram.
  • Bentuk : Serbuk injeksi.
  • Penjualan : Vial.
  • Kemasan : Vial @ 1 Gram.
  • Farmasi : Merck Sharp Dohme.

Kegunaan

Invanz dapat digunakan sebagai obat untuk memulihkan penyakit infeksi akibat bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Invanz merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan invanz juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan invanz injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

Dosis penggunaan Invanz :

  • Dosis awal pemakaian : 1x sehari 1 Gram selama 5-14 hari.
  • Dosis infeksi pelvis : 1x sehari 1 Gram selalam 3-10 hari.
  • Dosis untuk pneumonia : 1x sehari 1 Gram 10-14 hari.
  • Serbuk injeksi dapat dilarutka Lidocaine 1% dapat disuntikan pada otot.

Efek Samping

  • Sakit kepala
  • Terjadi infeksi pada tempat yang disuntikan.
  • Gangguan pada saluran pencernaan
  • Terjadinya ruam pada kulit
  • Dapat terjadinya peradangan pada vagina
  • Dapat meningkatan jumlah trombosit

Kontraindikasi

  • Sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif atau alergi pada golongan Beta Lactam.
  • Pasien yang mengalami shock berat atau gangguan pada jantung.

Interaksi Obat

  • Tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat Anti Goat ( Obat Asam Urat ).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan invanz ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).