Pengertian

Inxilon merupakan obat yang mengandung Methylprednisolone sebagai zat aktifnya. Inxilon digunakan untuk mengatasi alergi dan peradangan. Inxilon dapat mengurangi respon sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala seperti pembengkakan, nyeri dan reaksi alergi. Intidrol dapat digunakan dengan obat lain pada gangguan hormon. Hindari penggunaan Intidrol pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid
  • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Kalbe Farma PT

Kegunaan

Inxilon digunakan sebagai obat radang dan alergi.

Dosis & Cara Penggunaan

Inxilon termasuk ke dalam golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. 

  1. Oral
    Kondisi Alergi
    -Dewasa:
    Hari ke 1: 24 mg pada hari 1
    Hari ke 2: 20 mg pada hari ke 2
    Hari ke 3 :16 mg pada hari ke 3
    Hari ke 4 : 12 mg pada hari ke 4
    Hari ke 5 : 8 mg pada hari ke 5
    Hari ke 6 : 4 mg pada hari ke 6, diberikan sebelum sarapan.
  2. Antiinflamasi atau Imunosupresif
    Dewasa: Dosis awal: 2-60 mg setiap hari dalam 1-4 dosis terbagi, tergantung pada penyakit yang sedang dirawat.
    Anak-anak: 0.5-1.7 mg/kg/hari

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Inxilon, antara lain:
Reaksi alergi berat, gangguan kejiwaan (depresi), eufhoria (kegembiraan yang berlebihan), insomnia, perubahan suasana hati, perubahan kepribadian, peningkatan kerentanan dan keparahan infeksi, hipertensi, tukak peptik, atrofi kulit, jerawat, kelemahan otot

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan infeksi jamur sistemik kecuali terapi anti infeksi khusus digunakan.

Interaksi Obat:
-Resiko hipokalaemia jika diberikan bersamaan dengan agen penipisan K (misalnya: Amfoterisin B, diuretik).
-Penurunan celarance jika diberikan bersamaan dengan antibiotik macrolide.
-Dapat menurunkan kadar isoniazid dalam serum. Meningkatkan clearance jika diberikan bersamaan dengan kolestyramine.
-Risiko kejang jika diberikan bersamaan dengan siklosporin. Meningkatkan risiko aritmia jika diberikan bersamaan dengan digitalis glikosida.
-Menurunkan metabolisme jika diberikan bersamaan dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral.
-Meningkatkan metabolisme jika diberikan bersamaan dengan penginduksi CYP3A4 (misalnya: Rifampisin, barbiturat).
-Meningkatkan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan penghambat CYP3A4 (misalnya: Ketoconazole, erythromycin).
-Risiko efek saluran pencernaan jika diberikan bersamaan dengan aspirin atau obat anti inflamasi non steroid lain.
-Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin. Dapat mengurangi efek terapeutik antidiabetik.