Pengertian

Isoket tablet merupakan obat yang mengandung isosorbid dinitrat. Isosorbit dinitrat digunakan untuk mencegah nyeri dada (angina) pada pasien dengan kondisi jantung tertentu. Isoket bekerja dengan melebarkan dan merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah ke jantung. Penggunaan isosorbid yaitu secara sub lingual, tablet ditaruh dibawah lidah dan akan melarut dengan sendirinya dengan saliva.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat jantung
  • Kandungan: Isosorbit dinitrate 20 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Glaxo Wellcome Indonesia/

Kegunaan

Isoket digunakan untuk mencegah nyeri dada (angina) pada pasien dengan kondisi jantung tertentu.

Dosis & Cara Penggunaan

Isoket merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan isoket juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Nyeri dada akut:
Dewasa: 2.5-10 mg, ditaruh dibawah lidah

Gagal Jantung:
Dewasa: 5-10 mg setiap 2 jam atau sesuai kebutuhan, ditaruh dibawah lidah.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi isoket adalah takikardia (detak jantung berdetak lebih cepat dari pada batas normal), mual, muntah, padas pada perut.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap isosoribite dinitrate.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit anemia, pendarahan otak, hipotensi.

Interaksi Obat:

  • Risiko hipotensi berat, iskemia miokard, atau sinkop dengan inhibitor PDE5 (misalnya Sildenafil).
  • Peningkatan risiko hipotensi dengan riociguat.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan isoket ke dalam Kategori C:

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.