search
Isoniazid

Isoniazid

Obat

Pengertian

Isoniazid adalah obat antibiotik dengan fungsi untuk melawan bakteri. Isoniazid digunakan untuk mengobati dan mencegah tuberkulosis (TB). Mekanisme kerja isoniazid yaitu menghambat biosintesis asam mikolat yang mempunyai konstituen penting dalam dinding sel mikrobakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Tuberculosis
  • Kandungan: Isoniazid 100 mg; Isoniazid 300mg.
  • Bentuk : Tablet.
  • Penjualan : Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi : Kimia Farma; Holi Pharma; Phyto Kemo Agung Farma
  • Harga: Rp 1.500 - Rp 15.000 / Strip.

Kegunaan

Isoniazid digunakan untuk mengobati dan mencegah tuberkulosis (TB).

Dosis & Cara Penggunaan

Isoniazid merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan isoniazid juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu. Aturan penggunaan Isoniazid secara umum:

Tuberculosis
Dewasa: 5 mg / kgBB hingga 300 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau 15 mg / kgBB hingga 900 mg / hari, 2 atau 3 kali seminggu.
Anak: 10-15 mg / kgBB hingga 300 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau 20-40 mg / kgBB hingga 900 mg / hari, 2 atau 3 kali seminggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Anemia
  • Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)
  • Trombositopenia (jumlah trombosit darah kurang dari normal)
  • Eosinofilia (kadar eosinofil darah lebih tinggi dari normal)
  • Reaksi hipersensitivitas
  • Demam
  • Mual, muntah
  • Mulut kering
  • Sembelit
  • Vertigo,
  • Berpotensi Fatal: Hepatitis.

Overdosis
Penggunaan Isoniazid yang melebihi dosis dapat menimbulkan gejala mual, muntah, pusing, bicara cadel, penglihatan kabur, dan halusinasi visual (termasuk warna cerah dan desain aneh). Distres pernapasan dan depresi sistem saraf pusat, berkembang pesat dari pingsan menjadi koma, kejang berat yang tidak dapat diatasi, asidosis metabolik, asetonuria, dan hiperglikemia dapat terjadi setelah overdosis.

Kontraindikasi

  • Tidak boleh digunakan pada pasien yang sudah diketahui memiliki alergi terhadap obat.
  • Tidak boleh digunakan pada Pasien dg penyakit hati akut atau riwayat cedera hati terkait isoniazid.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan isoniazid ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

livechat