Pengertian

Isoptin adalah sediaan obat Verapamil HCl yang berguna untuk pencegahan aritmia dan angina pektoris. Penggunaan Isoptin dapat menurunkan tekanan darah tinggi membantu mencegah stroke, serangan jantung dan masalah ginjal. Isoptin atau Verapamil menghambat masuknya ion Ca ke saluran lambat atau memilih area yang peka terhadap tegangan otot polos pembuluh darah dan miokardium selama depolarisasi. Isoptin juga digunakan untuk mengontrol detak jantung jika memiliki detak jantung cepat atau tidak teratur. Hindari penggunaan Isoptin pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kalsium Antagonis
  • Kandungan: Verapamil HCl 80 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Kaplet
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Abbott Indonesia PT

Kegunaan

Isoptin digunakan sebagai angina pektoris dan pencegahan aritmia.

Dosis & Cara Penggunaan

Isoptin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan isoptin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Aritmia
    Dosis: 120-360 mg per hari yang dibagi menjadi tiga dosis konsumsi.
  • Angina
    Dosis : 240-360 mg per hari yang dibagi menjadi tiga dosis konsumsi.

Efek Samping

  1. Konstipasi (Sulit Buang Air Besar)
  2. Lelah
  3. Pusing
  4. Sakit kepala
  5. Mual dan Muntah
  6. Pergelangan kaki bengkak

Kontraindikasi
Hindari pemberian isoptin pada pasien dengan kondisi hipotensi (tekanan darah rendah), gagal jantung, kelainan darah, dan gangguan hati.

Interaksi Obat
Jika diberikan bersama erythromycin, rifampicin, ritonavir, asunaprevir, colchicine, flibanserin, ivabradine, lomitapide, midazolam, triazolam, aliskiren, clonidine, disopyramide, dofetilide, dolasetron, fingolimod, dan lithium maka dapat mempengaruhi efek Isoptin.

Kategori kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Isoptin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.