Pengertian

Isordil adalah sediaan obat antiangina yang memiliki kandungan zat aktif Isosorbid dinitrat. Isordil digunakan untuk mencegah nyeri dada (angina) pada pasien dengan kondisi jantung tertentu. Isordil bekerja dengan melebarkan dan merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah ke jantung. 

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiangina
  • Kandungan: Isosorbidinitrat 5 mg;¬†Isosorbidinitrat 10 mg.
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Sunthi Sepuri/Wyeth-Ayerst

Kegunaan

Isordil digunakan sebagai Obat untuk penyakit jantung.

Dosis & Cara Penggunaan

Isordil merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan isordil juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Mencegah angina
    Tablet minum: 20-120 mg/hari dan dapat ditingkatkan sesuai respons pasien terhadap obat. Dosis maksimum per hari adalah 240 mg.
  2. Mengobati angina
    Tablet sublingual: 2.5-10 mg yang diletakan di bawah lidah.
  3. Gagal jantung
    Tablet minum: 30-160 mg/hari. Dosis maksimum per hari adalah 240 mg.
    Tablet sublingual: 5-10 mg tiap 2 jam sekali.

Efek Samping

  1. Sakit kepala
  2. Gangguan penglihatan.
  3. Gangguan kesadaran.
  4. Pucat
  5. Kejang.
  6. Jantung berdebar
  7. Reaksi alergi berat, seperti sesak napas.


Kontraindikasi

Hindari penggunaan pada pasien sedang mengalami cedera kepala, kram perut, diare, dan malabsorpsi (Kondisi yang mencegah penyerapan nutrisi melalui usus kecil).

Interaksi Obat
Jika dikonsumsi bersama obat antihipertensi atau antipsikotik maka dapat menyebabkan efek hipotensi (Penurunan tekanan darah).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Isordil ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.