Pengertian 

Iterax adalah sediaan obat yang mengandung zat aktif Hydroxyzine HCl. Iterax digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti mata berair, hidung meler, mata atau hidung gatal, bersin, dan gatal-gatal. Iterax juga dapat digunakan untuk tambahan untuk sedasi sebelum atau sesudah operasi dan pengobatan kecemasan jangka pendek. Iterax bekerja dengan menghalangi zat alami tertentu (histamin) yang menimbulkan reaksi alergi. Iterax hanya digunakan untuk mengatasi gejala alergi bukan untuk mengobati penyebabnya. Hindari penggunaan Iterax pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Ansiolitik
  • Kandungan: Hydroxyzine HCl.
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Kaplet
  • Kemasan: Strip @ 10 tablet
  • Farmasi: UCB Pharma

Kegunaaan

Iterax digunakan untuk meredakan gejala alergi, Iterax juga dapat digunakan untuk tambahan untuk sedasi sebelum atau sesudah operasi dan pengobatan kecemasan jangka pendek.

Dosis & Cara Penggunaan

Iterax termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Pruritus pada urtikaria dan dermatosis akut dan kronis
    • Dewasa: Awalnya, 25 mg pada malam hari, dapat meningkat hingga 25 mg 3-4 kali sehari. Maks: 100 mg setiap hari.
    • Anak: 6 bulan hingga 6 tahun Awalnya, 5-15 mg setiap hari dalam dosis terbagi.
    • Lansia: Maks: 50 mg setiap hari.
  2. Tambahan untuk sedasi sebelum atau sesudah operasi
    • Dewasa: 50-100 mg. Maks: 100 mg setiap hari.
    • Anak: 0.6 mg / kg. Maks: 100 mg / dosis.
    • Lansia: Maksimal: 50 mg setiap hari.
  3. Kecemasan jangka pendek
    • Dewasa: 50-100 mg setiap hari dalam dosis terbagi. Maksimal: 100 mg setiap hari.
    • Lansia: Maksimal: 50 mg setiap hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Iterax, antara lain:
1. Mulut kering
2. Sembeli
3. Pusing
4. Sakit kepala

Kontraindikasi
Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi bradikardia (kondisi di mana jantung berdetak lebih lambat dari normal), riwayat aritmia jantung, dan riwayat keluarga akibat kematian jantung mendadak

Interaksi Obat
1. Atropine
2. Itopride
3. Morphine
4. Nefopam
5. Papaveretum
6. Pentazocine
7. Promethazine

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Iterax ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.