Pengertian

Iztron merupakan obat yang mengandung azithromycin yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Azithromycin merupakan obat golongan antibiotik, maka penggunaan azithromycin harus tepat karena apabila penggunaannya tidak tepat maka dapat menyebabkan bakteri resisten (kebal terhadap bakteri tersebut) terhadap azithtromycin.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Azithromycin 200 mg / 5 mL
  • Bentuk: Sirup Kering
  • Satuan penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 15 mL
  • Farmasi: Dexa Medica

Kegunaan

  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Infeksi saluran pernafasan
  • Infeksi kelamin tidak berkomplikasi karena Chlamydia
  • Pencegahan penyebarluasan infeksi Mycobacterium Avium Complex (MAC)
  • Gonore/kencing nanah tidak berkomplikasi
  • Imunisasi aktif terhadap demam tifoid yang disebabkan oleh Salmonella typhi
  • Granuloma inguinale (suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Calymatobacterium granulomatis, yang menyebabkan peradangan menahun pada alat kelamin).

Dosis & Cara Penggunaan

Iztron merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan iztron juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Anak lebih dari 6 bulan : Dosis tunggal 10 mg/kgBB selama 3 hari.
  • Usia lebih dari 16 tahun : 500mg/hari dalam 3 hari atau dosis rejimen, hari pertama 500mg, selanjutnya 250mg untuk 4 hari.

Efek Samping

  1. Gangguan saluran cerna (mual, muntah, diare, sembelit).
  2. Dysgeusia (kondisi yang ditandai oleh distorsi rasa dalam indera pengecap, dimana seseorang mengalami perubahan rasa saat mengecap makanan atau minuman).
  3. Gangguan penglihatan dan iritasi, tuli, pusing, sakit kepala, kelelahan.
  4. Pembengkakan wajah, pruritus (rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang), ruam, urtikaria/biduran, arthralgia (nyeri pada satu atau lebih sendi).
  5. Anoreksia (Gangguan berupa penurunan nafsu makan yang berlebihan),
  6. Hidung tersumbat, sinusitis (inflamasi atau peradangan pada dinding sinus).
  7. Parestesia (sensasi abnormal berupa kesemutan, tertusuk, atau terbakar pada kulit yang umumnya dirasakan di tangan, kaki, lengan, dan tungkai).


Kontraindikasi:

  1. Hipersensitif terhadap antibiotik golongan makrolida.
  2. Pasien yang memiliki riwayat ikterus kolestatik / disfungsi hati setelah penggunaan antibiotik sebelumnya.


Interaksi Obat:

  1. Meningkatkan resiko toksisitas (racun) ergot.
  2. Menurunkan tingkat penyerapan dengan antasida yang mengandung aluminium dan magnesium.
  3. Dapat meningkatkan konsentrasi serum digoxin, siklosporin, terfenadin, hexobarbital dan fenitoin.


Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan iztron ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).