Jagalinu

Jagalinu

Obat

Pengertian

Jagalinu adalah obat herbal dengan bentuk jamu godhog/jamu rebusan yang memiliki kandungan Zingiberis aromaticae Rhizoma (lempuyang wangi), Curcuma Rhizoma (kunyit), Andrographis paniculata Herba (sambiloto), Leucas kevandulifoliae Folium (daun lenglengan), Retrofracti Fructus (cabe jawa), Zingiberis Rhizoma (kunyit), Orthosipon Folium (daun kumis kucing), Piperis nigri Fructus (Lada hitam), Foeniculum vulgare Fructus (buah adas). Jagalinu secara tradisional dapat membantu mengurangi gejala pegal linu. Jagalinu diproduksi oleh CV Merapi Farma Herbal.

Keterangan

  • Golongan: Obat Tradisional
  • Kelas Terapi: Suplemen & Terapi Tambahan; Jamu; Herbal
  • Kandungan: Zingiberis aromaticae Rhizoma (lempuyang wangi) 40 gram, Curcuma Rhizoma (kunyit) 60 gram, Andrographis paniculata Herba (sambiloto) 30 gram, Leucas kevandulifoliae Folium (daun lenglengan) 20 gram, Retrofracti Fructus 10 gram, Zingiberis Rhizoma (kunyit) 20 gram, Orthosipon Folium (daun kumis kucing) 20 gram, Piperis nigri Fructus (Lada hitam) 6 gram, Foeniculum vulgare Fructus (buah adas) 6 gram
  • Bentuk: Simplisia kering; jamu godhog
  • Satuan Penjualan: Dus
  • Kemasan: Dus @ 212 gram
  • Farmasi: CV Merapi Farma Herbal.

Kegunaan

Jagalinu digunakan untuk membantu meredakan pegal linu.

Dosis & Cara Penggunaan

Cara Penggunaan Jagalinu adalah sebagai berikut:

  • Semua bahan direbus dengan air 200 mL sampai mendidih, kemudian didinginkan lalu disaring, hasil rebusan dapat diminum.
  • Satu bungkus dapat diminum untuk 9 kali minum
  • Setiap 12 jam (pagi dan sore) jamu dipanaskan hingga mendidih.

Aturan penggunaan:
3 kali sehari 1 gelas, sebelum atau sesudah makan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping

Belum ada efek samping yang dilaporkan. Jika terjadi efek samping yang tidak diinginkan, hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter.

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Jagalinu.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter