Pengertian

Jakavi merupakan obat yang mengandung ruxolitinib. Ruxolitnib merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan splenomegali atau gejala yang berhubungan dengan penyakit pada pasien dewasa dengan myelofibrosis (penyakit kelainan pada tulang sum-sum yang menyebabkan produksi darah dalam tubuh terganggu, baik sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit darah), dan Polisitemia vera (penyakit kelebihan darah) adalah jenis kanker langka darah yang terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan sel darah merah dengan jumlah yang berlebihan, dan terkadang begitu pula dengan trombosit dan sel darah putih

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Terapi Kanker
  • Kandungan: Ruxolitnib Phosphate 5 mg
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan penjualan: Strip.
  • Kemasan: 1 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Novaris Indonesia.

Kegunaan

Jakavi digunakan untuk pengobatan splenomegali atau gejala yang berhubungan dengan penyakit pada pasien dewasa dengan myelofibrosis (penyakit kelainan pada tulang sum-sum yang menyebabkan produksi darah dalam tubuh terganggu, baik sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit darah), dan Polisitemia vera (penyakit kelebihan darah) adalah jenis kanker langka darah yang terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan sel darah merah dengan jumlah yang berlebihan, dan terkadang begitu pula dengan trombosit dan sel darah putih

Dosis & Cara Penggunaan

Jakavi merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan jakavi juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Postpolycythaemia vera myelofibrosis
Dosis awal : 20 mg per hari 2 kali sehari

Postessential thrombocythaemia myelofibrosis
15 mg per hari dua kali sehari

Polycytemia vera dalam kasus pasien yang resistensipada hydroxyurea
Dosis awal : 10 mg

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi jakavi adalah:
-anemia
-Trombositopenia (berkurangnya jumlah sel-sel keping darah).
-Gangguan pencernaan (mual, muntah, diare dan sembelit).
-Dispenia (gangguan ritme jantung).

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap ruxolitnib
-Wanita Hamil dan menyusui

Interaksi Obat
-Peningkatan konsentrasi plasma dengan inhibitor CYP3A4 kuat (boceprevir, clarithromycin, indinavir, itraconazole, lopinavir, ritonavir, nelfinavir, posaconazole, saquinavir, telaprevir, telithromycin, voriconazole)
-Menurunkan konsentrasi plasma dengan induksi dari CYP3A4 (carbamazepine, phenobarbital, phenytoin, rifabutin, rifampicin)

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Jakavi ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.