Pengertian

Jumex merupakan obat yang mengandung selegiline HCl sebagai zat aktifnya dan dalam bentuk sediaan tablet. Jumex digunakan sebagai terapi tambahan pada penanganan parkinson pada pasien yang memperlihatkan respon memburuk terhadap terapi dengan Levodopa/Karbidopa. Selegiline HCl bekerja dengan cara menghambat enzim Monoamine oxidase (MAO) yang terlibat dalam metabolisme dopamin di dalam otak.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antiparkinsone
  • Kandungan: Selegiline HCl 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Sanofi Group Indonesia

Kegunaan

Jumex digunakan sebagai terapi tambahan pada penanganan parkinson pada pasien yang memperlihatkan respon memburuk terhadap terapi dengan Levodopa/Karbidopa.

Dosis dan Penggunaan

Jumex merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan jumex juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa :
Dosis awal : 1.25 per hari
Dosis Pemeliharaan : 5 mg dua kali sehari.

Efek Samping

Efek Samping
Nyeri dada, sakit kepala, kebingungan, tremor, vertigo, pusing, depresi, halusinasi, mual dan muntah, mulut kering, sembelit, keram otot, insomnia, diare, sakit tenggorongan, sariawan.

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap komposisi dari Jumex
Pasien yang memiliki riwayat penyakit kerusakan lambung

Interaksi Obat
Dapat berinteraksi dengan obat-obat anti depresan

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Jumex ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.