Pengertian

Kalfoxim merupakan obat injeksi yang mengandung cefotaxime natrium. Cefotaxime natrium adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri, seperti: infeksi bedah, keracunan darah, infeksi tulang dan sendi, infeksi sistem saraf pusat, infeksi kemih, infeksi ginekologi (sistem reproduksi wanita), infeksi intra-abdominal, infeksi saluran pernapasan, kulit dan infeksi struktur kulit. Kalfoxim termasuk ke dalam golongan obat yang dikenal sebagai antibiotik sefalosporin yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Cefotaxime 1 gram/4mL; Cefotaxime 500 mg/2mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial @ 4 mL dan Vial @ 2 mL
  • Farmasi: Dankos Farma

Kegunaan

Kalfoxim adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri, seperti: infeksi bedah, keracunan darah, infeksi tulang dan sendi, infeksi sistem saraf pusat, infeksi kemih, infeksi ginekologi, infeksi intra-abdominal, infeksi saluran pernapasan, kulit dan infeksi struktur kulit.

Dosis & Cara Penggunaan

Kalfoxim merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan kalfoxim juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa dan anak lebih dari 12 tahun: di berikan dosis 1 gr tiap 12 jam. Maksimal: 12 gr 3-4 kali sehari.
  • Pencegahan infeksi menjelang operasi: 1-2 gr diberikan 30-60 menit sebelum operasi.
  • Bayi dan anak: di berikan dosis 50-100 mg per kg berat badan perhari dibagi 2-4 dosis. Pada infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan sampai dengan 150-200 mg per kg perhari.
  • Bayi prematur dan baru lahir: 50 mg per kg berat badan perhari terbagi 2 dosis.

Efek Samping

  • Ruam, gatal
  • Peradangan dan nyeri pada tempat suntik
  • Demam
  • Leukopenia (penurunan jumlah sel darah).
  • Mual, muntah dan diare

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan riwayat hipersensitif terhadap sefotaksim atau sefalosporin lainnya.

Interaksi Obat
Obat nefrotoksik (kerusakan pada ginjal), Probenesiddan kontrasepsi oral.

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Kalfoxim ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).