Pengertian

Kalfoxim Injeksi adalah salah satu nama dagang obat yang mengandung Cefotaxime Natrium. Cefotaxime digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini juga bisa digunakan untuk mencegah infeksi pada operasi tertentu. Obat ini termasuk dalam golongan obat yang dikenal sebagai antibiotik sefalosporin yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Cefotaxime Natrium 1 gram.
  • Bentuk: Vial.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box berisi 1 vial Kalfoxim 1 gram dan 1 ampul pelarut 4 mL.
  • Farmasi: PT Kalbe Farma

Kegunaan

Kalfoxim Injeksi diindikasi untuk pengobatan Infeksi saluran napas bawah, infeksi saluran kemih, infeksi ginekologi, septikemia, infeksi kulit dan struktur kulit, infeksi intraabdomen, infeksi tulang dan sendi, infeksi susunan saraf pusat.

Dosis & Cara Penggunaan

Dewasa: 1-2 Gram, setiap 8-12 jam.
Anak: 50-180 mg/kgBB/hari, terbagi dalam 2-3 dosis

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan kalfoxim Injeksi yaitu nyeri dan peradangan tempat injeksi, hipersensitivitas, mual, muntah, diare dan perubahan nilai laboratorium

Kontraindikasi
Hipersensitif (reaksi alergi berlebihan) terhadap komponen Kalfoxim

Interaksi Obat
Interaksi obat Kalfoxim antara lain :
1. Furosemid
2. Azlosilin
3. Mezlosilin
4. Na bikarbonat
5. Aminoglikosida
6. Metronidazol

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Kalfoxim ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”

Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Kalfoxim selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.