Pengertian

Kalpicilin adalah sediaan injeksi yang mengandung Ampicillin. Kalpicilin digunakan untuk membantu mengatasi infeksi akibat bakteri, seperti: infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, demam, dan infeksi telinga. Kalpicilin atau Ampicillin menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan mengikat 1 atau lebih protein pengikat penisilin (PBP) dan menghambat langkah transpeptidasi akhir sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri, sehingga bakteri akhirnya lisis karena aktivitas enzim autolitik dinding sel.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Penicillin.
  • Kandungan: Ampicillin 1 Gram
  • Bentuk: Serbuk Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 1 Gram.
  • Farmasi: Hexpharm Jaya PT

Kegunaan

Kalpicilin digunakan sebagai antibakteri untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Selain itu, Kalpicillin digunakan untuk pengobatan keracunan darah.

Dosis & Cara Penggunaan

Kalpicilin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan kalpicilin juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Infeksi yang rentan
    • Dewasa: di berikan dosis 500 mg setiap 6 jam, melalui intramusklular (melalui otot) atau injeksi intravena (pembuluh darah) lambat selama 3-5 menit atau dengan infus.
  • Keracunan darah
    • Dewasa: 150-200 mg / kg setiap hari. Di berikan melalui intravena (di suntikkan melalui pembuluh) selama minimal 3 hari, kemudian lanjutkan dengan injeksi 3-4 jam sekali.
    • Anak: Sama seperti dosis orang dewasa.

Efek Samping

  1. Mual, muntah, diare.
  2. Ruam.
  3. Radang mulut.
  4. Sindrom Stevens-Johnson.
  5. Waktu perdarahan yang lama dan waktu protrombin.
  6. Hepatitis.


Kontraindikasi

Hindari penggunaan Kalpicilin pada pasien yang memiliki indikasi Hipersensitif terhadap ampisilin dan penisilin lain.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Kalpicilin:

  1. Dapat mengurangi ekskresi metotreksat.
  2. Mengurangi ekskresi dengan probenecid dan sulfinpyrazone, menghasilkan peningkatan risiko toksisitas.
  3. Allopurinol meningkatkan reaksi kulit yang diinduksi ampisilin.
  4. Mengurangi penyerapan dengan klorokuin.
  5. Antibakteri bakteriostatik (Eritromisin, kloramfenikol, tetrasiklin) dapat mengganggu aksi bakterisidal ampisilin.


Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Kalpicilin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).