Pengertian

Kaltrofen merupakan obat untuk nyeri sendi yang di produksi oleh Kalbe Farma. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet salut enterik 50 mg, tablet salut enterik 100 mg, kapsul OD 200 mg, suppostoria 100 mg, dan gel 2.5 %. Ketoprofen yang digunakan untuk mengobati gejala rheumatoid arthritis (peradangan sendi), osteoarthritis (sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak), gout akut (asam urat), dan spondilitis ankilosa (radang sendi pada tulang belakang).

Kaltrofen gel mengandung Ketoprofen 2.5 % yang digunakan untuk mengatasi trauma ringan terutama cedera karena olahraga, keseleo, tendinitis (iritasi pada tendon), cedera otot, pembengkakan, dan nyeri pasca trauma.

Keterangan

  1. Kaltrofen Tablet Salut Enterik
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
    • Kandungan: Ketoprofen 50 mg; Ketoprofen 100 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Enterik
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Enterik
    • Farmasi: Kalbe Farma
  2. Kaltrofen Suppositoria
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
    • Kandungan: Ketoprofen 100 mg
    • Bentuk: Suppositoria
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 5 Suppositoria
    • Farmasi: Kalbe Farma
  3. Kaltrofen OD
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
    • Kandungan: Ketoprofen 200 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul
    • Farmasi: Kalbe Farma
  4. Kaltrofen Gel 
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
    • Kandungan: Ketoprofen 2.5 %
    • Bentuk: Gel
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube @ 30 g
    • Farmasi: Kalbe Farma

Kegunaan

Kaltrofen tablet saut enterik, kapsul, dan suppositoria digunakan untuk mengobati nyeri dan radang sendi.

Kaltrofen gel digunakan untuk mengatasi trauma ringan terutama cedera karena olahraga, keseleo, tendinitis (iritasi pada tendon), cedera otot.

Dosis & Cara Penggunaan

Kaltrofen merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan kaltrofen juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Kaltrofen Tablet Salut Enterik 50 mg
    Satu tablet, di berikan 3-4 kali sehari, sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan.
  2. Kaltrofen Tablet Salut Enterik 100 mg
    Satu tablet, di berikan 2-3 kali sehari atau menurut petunjuk Dokter, sebaiknya diberikan bersamaan dengan makanan.
  3. Kaltrofen OD 200 mg
    Satu tablet, di berikan 1 kali sehari
    Bentuk sediaan pelepasan lambat sebaiknya tak digunakan untuk nyeri akut.
  4. Kaltrofen Supositoria
    Jika dikombinasikan dengan preparat oral, maka pada umumnya dosis perhari adalah 1 supositoria yang dimasukkan ke dalam rektum (dubur). Jika tidak dikombinasikan, dosis lazim adalah 1 supositoria dimasukkan ke dalam rektum (dubur) 2 kali sehari.
  5. Kaltrofen Gel
    Oleskan Kaltrofen gel 2-3 kali sehari pada pagian yang sakit. Lama pengobatan hingga 7 hari.

 

Efek Samping

  1. Kaltrofen Oral
    • Mual, muntah, sakit perut
    • Sakit kepala
    • Pusing
    • Tinitus (bunyi denging pada telinga)
    • Gangguan penglihatan
    • Ruam
    • Gangguan disfungsi ginjal.
  2. Kaltrofen Gel:
    • Pruritus
    • Eritema lokal
    • Hipersensitivitas.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Kaltrofen pada pasien:
- Ulkus peptik
- Penyakit radang saluran pencernaan
- Bronkospasme berat.
- Riwayat asma atau alergi
- Riwayat / asma bronkial aktif atau penyakit alergi.
- Pada sediaan gel : Lesi kulit yang terinfeksi, eksim atau kulit yang rusak, dermatosis & luka eksudatif. - Asma, rinitis atau urtikaria yang diinduksi obat anti inflamasi non steroid lainnya.

Interaksi Obat
Pada sediaan oral tidak boleh di berikan bersamaan dengan Aspirin, hidroklorotiazid, metotreksat, warfarin, litium, probenecid.
Pada sediaan gel tidak boleh di berikan bersamaan dengan antikoagulan kumarin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Kaltrofen ke dalam Kategori C (Hindari selama trimester ketiga atau menjelang persalinan):
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.