Pengertian

Kamaflam merupakan obat anti nyeri berbentuk tablet salut gula yang di produksi oleh Kimia Farma. Obat ini mengandung Diklofenak K yang diindikasikan untuk mengobati nyeri sedang hingga berat. Diklofenak bekerja dengan menghambat reversibel siklooksigenase-1 dan 2, juga menghambat sintesis prostaglandin, sehingga menghasilkan efek analgesik, antiinflamasi, dan antipiretik.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
  • Kandungan: Diklofenak K 50 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Gula
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: 5 Strip @ 10 Tablet Salut Gula
  • Farmasi: Kimia Farma

Kegunaan

Kamaflam di indikasikan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti: nyeri pasca operasi, nyeri perut saat haid, nyeri asam urat.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Dewasa
Dosis awal: 2-3 tablet per hari. Maksimal : 150 mg per hari untuk dosis awal.

Kasus Ringan
75 mg - 100 mg per hari, di berikan dalam 2 - 3 dosis terbagi. Maksimal: 100 mg

Efek Samping

Efek Samping:
Nyeri dada, penglihatan kabur; mual, muntah, diare, konstipasi, pencernaan yang terganggu, perut kembung, sakit perut, nyeri sendi, osteoarthritis, nyeri punggung, nyeri tungkai, sakit kepala, pusing, mengantuk, ruam, gatal, hipotensi.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap diklofenak atau obat anti inflamasi non steroid lainnya, tidak boleh diberikan pada penderita asma sensitif aspirin, gagal jantung sedang hingga berat, penyakit jantung iskemik, penyakit arteri perifer, penyakit serebrovaskular, ulserasi gastrointestinal, perforasi atau perdarahan, tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat obat anti inflamasi non steroid, antiplatelet, antikoagulan lainnya secara bersamaan, penderita gangguan hati atau ginjal berat, dan kehamilan (trimester ketiga).

Interaksi Obat:
Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi atau perdarahan jika diberikan bersamaan dengan kortikosteroid lain, SSRI. Meningkatkan risiko efek samping terkait cardio vaskular jika diberikan bersamaan dengan glikosida jantung. Meningkatkan risiko hiperkalemia dan toksisitas ginjal jika diberikan bersamaan dengan inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, tacrolimus. Meningkatkan risiko toksisitas hematologis jika diberikan bersamaan dengan AZT. Meningkatkan kadar dan risiko toksisitas jika diberikan bersamaan dengan digoksin, litium, metotreksat, pemetrexed, fenitoin. Efek menurun jika diberikan bersamaan dengan colestipol, cholestyramine. Mengurangi efek mifepristone. Meningkatkan konsentrasi plasma puncak jika diberikan bersamaan dengan golongan penghambat CYP2C9 misalnya: vorikonazol.
Berpotensi Fatal: Meningkatkan risiko ulserasi gastrointestinal, perforasi, atau perdarahan jika diberikan bersamaan dengan NSAID lain (misalnya: Aspirin), antiplatelet, antikoagulan (misalnya: Warfarin).

Kategori Kehamilan:
Kategori C (sebelum kehamilan 30 minggu): Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Kategori D (mulai usia kehamilan 30 minggu): Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).