Pengertian

Kamolas merupakan salah satu nama dagang dari Paracetamol. Kamolas termasuk dalam golongan Obat Bebas dan tersedia beberapa sediaan yaitu, Kamlos Kaplet, Kamolas Sirup, Kamolas Drop Sirup, dan Kamolas Forte. Perbedaan sediaan berfungsi untuk memepermudah pasien yang sulit menelan obat dan menutupi rasa yang tidak enak pada obat. Kamolas adalah obat yang digunakan untuk mengurangi efek nyeri (analgesik) dan menurunkan demam (antipiretik). Obat ini digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang (mulai dari sakit kepala, periode menstruasi, sakit gigi, sakit punggung, atau sakit dan nyeri pilek atau flu) dan untuk mengurangi demam.

Keterangan

  • Kamolas Kaplet:
  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg.
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Kaplet.
  • Farmasi: Solas Langgeng Sejahtera.
  • Kamolas Sirup dan Kamolas Forte:
  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 120 mg/5 mL.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 60 mL.
  • Farmasi: Solas Langgeng Sejahtera.
  • Kamolas Drop Sirup:
  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik.
  • Kandungan: Paracetamol 120 mg/5 mL.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
  • Kemasan: Botol 15 mL
  • Farmasi: Solas Langgeng Sejahtera.

Kegunaan

Kamolas digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang dan menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Kamolas:

1. Kamolas Kaplet
- Dosis dewasa 500 mg-1000 mg 3-4 kali sehari, maksimal 4 gr perhari.
- Anak 7-12 tahun 250 mg, maksimal 1 gr/hari, 1-6 tahun 125 mg, maksimal 750 mg/hari, - Diberikan 3-4 kali sehari.
Sebaiknya diberikan sesudah makan untuk mengurangi efek samping pada saluran cerna.

2. Kamolas Drop
Dosis Anak usia 12-23 bulan 1.2 mL, usia 4-11 bulan 0.8 mL, usia 0-3 bulan 0.4 mL.
Diberikan 3-4 kali sehari. Sebaiknya diberikan sesudah makan untuk mengurangi efek samping pada saluran cerna.

3. Kamolas Sirup.
- Dosis anak usia > 6 tahun 5-10 mL,
- Usia 1-6 tahun 2.5-5 mL.
- Diberikan 3-4 kali sehari.
- Sebaiknya diberikan sesudah makan untuk mengurangi efek samping pada saluran cerna.
- Dosis anak usia 6-12 tahun 2-4 sendok teh, usia 1-5 tahun 1-1½ sendok teh.

Efek Samping

Efek Samping:
Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Kamolas:
1. Trombositopenia (jumlah trombosit dalam tubuh menurun atau berkurang dari jumlah normalnya).
2. Leukopenia (rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh).
3. Hipotensi (tekanan darah rendah) dan takikardia (detak jantung percepat).
4. Gangguan pencernaan: Mual, muntah, konstipasi (sulit BAB).
5. Gangguan sistem saraf: Sakit kepala.
6. Gangguan kejiwaan: Insomnia (sulit tidur).
7. Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Eritema (inflamasi akut yang terjadi pada kulit dan membran mukosa), pembilasan, pruritus (biduran).

Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Ikacetamol pada pasien:
1. Hipersensitif (alergi).
2. Ganguan hati.

Interaksi Obat:

Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Kamolas:
1. Colestyramine dapat mengurangi penyerapan.
2. Konsentrasi serum menurun dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misalnya: Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).
3. Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya dengan penggunaan jangka panjang.
4. Peningkatan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.
5. Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
6. Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Kamolas ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Kamolas selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.