Pengertian

Kanamycin merupakan sediaan obat yang mengandung zat aktif kanamycin monosulfate.  Kanamycin di gunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Kanamycin bekerja dengan cara mengganggu sintesis protein dalam sel bakteri dengan mengikat subunit ribosom. Kanamycin termasuk antibiotik untuk infeksi bakteri gram negatif. Kanamycin digunakan untuk membantu mengobati infeksi pada saluran pencernaan, infeksi jamur, infeksi saluran kemih dan infeksi pada usus.

Keterangan

  1. Kanamycin Kapsul
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Aminoglikosida.
    • Kandungan: Kanamycin monosulfate 250 mg.
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Kapsul.
    • Farmasi: Meiji Indonesia, Harsen.
  2. Kanamycin Injeksi
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Aminoglikosida.
    • Kandungan: Kanamycin monosulfate 1 Gram; Kanamycin monosulfate 2 Gram.
    • Bentuk: Serbuk Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Vial.
    • Kemasan: Vial @ 1 g; Vial @ 2 g.
    • Farmasi: Meiji Indonesia.

Kegunaan

Kanamycin digunakan sebagai antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri yang responsif terhadap Kanamycin.

Dosis & Cara Penggunaan

Kanamycin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan kanamycin juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan kanamycin injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis. 

  • Dewasa: di berikan dosis 15 mg / kg berat badan dalam 2-4 dosis terbagi dengan injeksi intramuskular (melalui otot) atau infus intravena (pembuluh darah) dengan dosis 0.25-0.5% selama 30-60 menit.
  • Anak: 15-30 mg / kg berat badan setiap hari dalam 3 dosis terbagi.

Efek Samping

  • Ruam kulit.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Mual, muntah, diare.
  • Iritasi atau nyeri pada daerah injeksi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Kanamycin pada pasien yang hipersensitif atau alergi terhadap kanamisin dan aminoglikosida lainnya.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Kanamycin :

  • Efek nefrotoksik dan neurotoksik tambahan dengan polimiksin B, bacitracin, colistin, amfoterisin B, cisplatin, vankomisin, dan aminoglikosida lainnya (Paromomisin).
  • Peningkatan toksisitas dengan diuretik poten (Asam etakrilat, furosemide, Na meralluride, Na mercaptomerin, atau mannitol).
  • Peningkatan risiko nefrotoksisitas bersama sefalosporin.
  • Dapat mempotensiasi efek suksinilkolin dan relaksan otot non-depolarisasi (Rocuronium).
  • Anti Inflamasi Non Steroid dapat meningkatkan konsentrasi kanamisin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Kanamycin ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).