Pengertian

Kenacort merupakan obat yang diproduksi oleh Taisho Pharmaceutical Indonesia. Kenacort mengandung Triamcinolone yang digunakan untuk mengobati gangguan pernapasan, seperti asma, gejala rhinitis akibat alergi, misalnya bersin-bersin serta hidung tersumbat atau beringus, penyakit kulit misalnya ruam kemerahan atau gatal-gatal, peradangan pada sendi, peradangan dalam mulut, manajemen paliatif (perawatan pada stadium akhir) pada leukemia (kanker darah) dan limfoma (kanker darah). Kenacort bekerja dengan cara menekan sistem pertahanan tubuh yang bekerja secara berlebih dan Cytokine yang dapat menimbulkan peradangan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid
  • Kandungan: Triamcinolone 4 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Taisho Pharmaceutical

Kegunaan

Kenacort digunakan untuk mengobati alergi, peradangan, serta digunakan untuk manajemen paliatif (perawatan pada stadium akhir) pada leukemia.

Dosis & Cara Penggunaan

Kenacort merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan kenacort juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa: 4-48 mg/hari.

Efek Samping

  • Hipertensi
  • Kelemahan otot
  • Kehilangan massa otot
  • Osteoporosis (pengroposan tulang)
  • Kejang
  • Sakit kepala
  • Penekanan pertumbuhan pada anak
  • Hiperglikemia (kadar gula darah meningkat)

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Kenacort pada pasien:

  • Infeksi jamur sistemik
  • Tuberculosis aktif
  • Psikosis akut

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Kenacort ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Kenacort ke dalam Kategori D (pada trimester pertama):
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).