Pengertian

Ketoprofen adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit dan peradangan akibat penyakit rematik, serta masalah pada otot dan persendian lainnya. Seperti penyakit rematik, asam urat atau gout, otot tegang atau keseleo, dan artritis. Ketoprofen juga dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit setelah operasi dan bagi wanita untuk meringankan rasa sakit hebat akibat menstruasi.

Keterangan

  1. Ketoprofen tablet
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS)
    • Kandungan: Ketoprofen 100 mg; Ketoprofen 50 mg
    • Bentuk: Tablet Salut Enterik
    • Satuan Penjualan: Tablet Salut Enterik
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Enterik
    • Farmasi: Hexpharm, Dexa Medica, Bernofarm, Novell Pharmaceutical Lab.
  2. Ketoprofen Injeksi
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS)
    • Kandungan: Ketoprofen 100 mg/2mL
    • Bentuk: Ampul
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul @ 2 mL
    • Farmasi: Beta Pharmacon, Novell Pharmaceutical Lab.

Kegunaan

Ketoprofen digunakan untuk membantu meringankan rasa nyeri ringan sampai berat.

Dosis & Cara Penggunaan

Ketoprofen merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan ketoprofen juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan ketoprofen injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  1. Rheumatoid arthritis (Tablet)
    Dosis: 100-200 mg per hari, yang dibagi ke dalam 2-4 jadwal konsumsi. Maksimal 300 mg per hari. Kurangi dosis pada pasien usia 75 tahun ke atas.
  2. Anti nyeri (Tablet)
    Dosis: 25-50 mg, tiap 6-8 jam. Maksimal 300 mg per hari yang dibagi ke dalam beberapa jadwal konsumsi. Kurangi dosis pada pasien usia 75 tahun ke atas.
  3. Nyeri sendi, nyeri otot, atau nyeri pasca operasi ortopedi (Injeksi intramuskular)
    Dosis: 5-100 mg, tiap 4 jam. Maksimal 200 mg per hari, selama 3 hari

 

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul saat mengkonsumsi ketoprofen adalah:

  • Maag.
  • Mual.
  • Perut kembung.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Pembengkakan kedua tungkai.
  • Sariawan.
  • Ruam kulit.
  • Insomnia (sulit tidur).
  • Sesak napas.
  • Serangan jantung.

Kontraindikasi
Hindari pemberian kepada pasien yang memiliki stroke, jantung, gangguan lambung, dan pendarahan saluran cerna.

Interaksi Obat
-Mengurangi efektivitas obat antihipertensi.
-Meningkatkan risiko perdarahan pada saluran pencernaan jika dikombinasikan dengan kortikosteroid dan warfarin.
-Meningkatkan risiko gagal ginjal jika digunakan dengan obat diuretik.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ketoprofen ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Untuk kehamilan trimester 3, kategorinya berubah menjadi Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).