Pengertian

Konidin merupakan obat yang mengandung guaifenesin, dextromethorphan HBr, chlopheniramine maleate. Konidin digunakan untuk membantu meringankan batuk, batuk berdahak (basah) maupun tidak berdahak (kering). Guaifenesin berfungsi untuk mengobati batuk akibat gangguan di saluran pernapasan, dextromethorphan HBr berfungsi untuk meredakan batuk kering yang muncul akibat infeksi, chlorpheniramine maleate berfungsi untuk meredakan gejala alergi.

Keterangan

  1. Konidin Sirup
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Ekspektoransia, Antihistamin
    • Kandungan: Guaifenesin, Dextromethorphan HBr, Chlopheniramine
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 30 mL, Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Konimex
  2. Konidin Tablet
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Ekspektoransia, Antihistamin
    • Kandungan: Guaifenesin, Dextromethorphan HBr, Chlopheniramine
    • Bentuk: Strip
    • Satuan Penjualan: Tablet
    • Kemasan: Strip @ 4 Tablet
    • Farmasi: Konimex

Kegunaan

Konidin digunakan untuk membantu meringankan batuk, batuk berdahak (basah) maupun tidak berdahak (kering).

Dosis & Cara Penggunaan

  1. Konidin Sirup
    • Dewasa: 3 kali sehari 1 sendok makan (15mL)
    • Anak-anak: 3 kali sehari ½ sendok obat (2.5mL)
  2. Konidin Tablet
    • Dewasa :3 kali sehari 1 sampai 2 tablet

Efek Samping

1. Sakit perut
2. Pusing
3. Muntah
4. Mual
5. Mengantuk

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat penyakit asma, emfisema atau kondisi lain di mana batuk persisten atau kronis terjadi, bronkitis.

Interaksi Obat
1. Efek toksik yang meningkat ketika digunakan dengan inhibitor enzim CYP2D6 (mis. Fluoxetine, paroxetine, quinidine, terbinafine).
2. Efek ketergantungan ketika digunakan dengan antihistamin, psikotropika, dan depresan SSP lainnya.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Konidin ke dalam Kategori C

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.