Pengertian

KSR 600 adalah sediaan tablet yang mengandung Potasium Clorida atau KCl. KSR 600 digunakan untuk membantu pengobatan dan pencegahan hipokalemia (menurunnya kadar kalium di dalam darah). KSR 600 bertindak sebagai pengganti ion-ion K elektrolit, selain itu Ksr 600 digunakan sebagai sumber Kation, kation utama dari cairan intraseluler, penting untuk pemeliharaan asam-basa dan keseimbangan cairan dan elektrolit sel.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Elektrolit.
  • Kandungan: KCl 600 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Merck Indonesia PT.

Kegunaan

KSR 600 digunakan untuk perawatan dan pencegahan hipokalemia.

Dosis & Cara Penggunaan

KSR 600 merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan KSR 600 juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis: 1-2 tablet, 2-3 kali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Ksr 600, yaitu:
Mual, muntah, perut kembung, sakit perut atau ketidaknyamanan, diare, perdarahan gastrointestinal.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Ksr 600 pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Gagal ginjal lanjut.
2. Hiperkalemia.
3. Penyakit Addison yang tidak diobati.
4. Dehidrasi akut.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ksr 600:
Peningkatan risiko hiperkalemia dengan penghambat ACE, siklosporin, diuretik hemat-K misalnya, spironolakton, triamterene, atau amilorida.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ksr 600 ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.