Pengertian

Kytril merupakan obat yang mengandung Granisetron HCl. Granisetron HCl digunakan untuk mencegah mual dan muntah karena penggunaan obat kemoterapi, pencegahan mual dan muntah karena radioterapi, dan pencegahan mual dan muntah pasca operasi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Anthemitik
  • Kandungan: Pirantel Pamoat 250 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 2 Tablet
  • Farmasi: Konimex

Kegunaan

Kytril digunakan untuk mencegah mual dan muntah karena penggunaan obat kemoterapi, pencegahan mual dan muntah karena radioterapi, dan pencegahan mual dan muntah pasca operasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Kytril merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan kytril juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Pemakaian kytril harus dilakukan oleh tenaga medis

-Mual & muntah krn kemoterapi 1-3 mg secara injeksi IV
-Kemoterapi 3 mg IM 15 mnt sblm kemoterapi.
-Pencegahan mual & muntah krn radioterapi 1-3 mg secara injeksi IV lambat atau infus IV (selama 5 mnt) sblm radioterapi
-Mual & muintah pasca operasi 1 mg secara injeksi IV lambat sblm induksi anestesi; maks: 2 dosis (2 mg) pada 1 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila menggunakan kytril adalah:
-Sakit kepala
-Konstipasi (sembelit)

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap komposisi dari kytril

Interaksi Obat
-

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Kytril ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”