Pengertian

Lamodex merupakan Sediaan Krim yang mengandung Clobetasol Propionate, obat ini diproduksi oleh Guardian Pharmatama. Lamodex atau Clobetasol Propionate diindikasikan sebagai pengobatan gangguan kulit seperti, eksim, psoriasis, dermatitis, alergi, ruam. Lamodex atau Clobetasol bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan, gatal, dan kemerahan yang dapat terjadi pada kondisi seperti ini. Obat ini termasuk dalam golongan Kortikosteroid yang sangat kuat (sangat berpotensi).

Penggunaan Obat ini hanya pada kulit, Jangan menggunakannya pada wajah, pangkal paha, atau ketiak kecuali diarahkan untuk melakukannya oleh Dokter. Saat menggunakan obat ini di dekat mata, hindari menggunakannya karena ini dapat memperburuk atau menyebabkan glaukoma. Juga, hindari mendapatkan obat ini di hidung atau mulut. Jika Anda mendapatkan obat di area ini, bilas dengan air. Beri tahu Dokter Anda jika kondisi Anda berlanjut atau memburuk setelah 2 minggu.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Topikal Kortikosteroid.
  • Kandungan: Clobetasol Propionat.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube @ 10 Gram.
  • Farmasi: Guardian Pharmatama.

Kegunaan

Lamodex digunakan untuk mengobati pasien yang memiliki indikasi Dermatosis kortikosteroid responsif (masalah kulit yang memerlukan hormon kortikosteroid).

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Lamodex:
Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Dewasa: Topikal Sebagai salep / krim / lotion / gel / kulit : Oleskan tipis ke daerah yang terkena sekali sehari, dikurangi jika perlu. Dosis Maksimal : 50 g seminggu. Durasi terapi maksimal: 4 minggu.

Efek Samping

Efek Samping:
Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Lamodex yaitu:
1. Sensasi terbakar dan menyengat.
2. Kesemutan.
3. Kulit Kering.
4. Iritasi.
5. Hipopigmentasi (berkurangnya warna kulit).
6. Folikulitis (peradangan pada folikel rambut).
7. Kebotakan.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Lamodex pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Lesi kulit akibat bakteri, jamur atau virus, rosacea, dermatitis perioral, jerawat, dan psoriasis plak.
2. Anak
Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Lamodex :
Peningkatan pajanan sistemik dengan penghambat enzim CYP3A4 (mis. Itraconazole, ritonavir). Dapat mengurangi efek antineoplastik aldesleukin. Dapat mempotensiasi efek hiperglikemik dari ceritinib. Dapat mengurangi efek terapi corticorelin dan hyaluronidase. Dapat meningkatkan efek merugikan / toksik dari deferasinox.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Lamodex ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.