Pengertian

Lanacetine merupakan obat yang mengandung chloramphenicol sebagai zat aktifnya dalam bentuk kapsul. Lanacetine merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Lanacetine bekerja dengan cara membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri yang sensitif. Lanacetine sebaiknya tidak dikonsumsi pada ibu menyusui karena dapat diserap oleh ASI.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Chloramphenicol 250 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Landson PT

Kegunaan

Lanacetine merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Lanacetine merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Lanacetine juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa : 2 tablet, di berikan tiap 6 jam.
  • Anak-anak : 25-50 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi.
  • Pengobatan selama 3-7 hari.

Efek Samping

- Gangguan penglihatan
- Depresi mental
- Kebingungan
- Gangguan saluran pencernaan
- Sakit kepala
- Kebutaan

Kontraindikasi
Hindari penggunaan lanacetine pada pasien:

  • Depresi sumsum tulang yang sudah ada sebelumnya atau diskrasia darah.
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Memiliki riwayat hipersensitivitas atau reaksi toksik terhadap obat.

Interaksi Obat

  • Menurunkan efek zat besi dan vitamin B12 pada pasien anemia.
  • Berpotensi Fatal: Meningkatkan efek antikoagulan oral, agen hipoglikemik oral, fenitoin. Hindari pemberian bersamaan dengan obat-obatan yang menekan fungsi sumsum tulang.
  • Mengganggu efektivitas kontrasepsi oral.
  • Phenobarbitone dan rifampin mengurangi kemanjuran kloramfenikol.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lanacetine ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.