Pengertian

Lanamol merupakan salah satu nama dagang dari Sediaan Kaplet yang mengandung Paracetamol, obat ini diproduksi oleh Pertiwi Agung. Lanamol atau Paracetamol diindikasikan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang (mulai dari sakit kepala, nyeri menstruasi, sakit gigi, sakit punggung, osteoartritis atau nyeri sendi, nyeri pilek dan flu). Obat ini juga digunakan untuk mengurangi demam.

Lanamol atau Paracetamol bekerja sebagai analgesik (mengurangi rasa nyeri) dengan penyumbatan perifer pada generasi impuls nyeri. Obat ini menghasilkan Antipyresis (menurunkan suhu tubuh) dengan menghambat pusat pengatur panas hipotalamus. Penghambatan sintesis prostaglandin di Sistem Syaraf Pusat memberikan efek aktivitas Anti-inflamasi (anti peradangan).

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Analgetik dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 500 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet.
  • Farmasi: Pertiwi Agung.

Kegunaan

Lanamol digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang dan dapat menurunkan demam

Dosis & Cara Penggunaan

Lanamol merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Bebas, sehingga pada setiap pembelian nya tidak harus menggunakan resep Dokter:

Demam dan nyeri ringan :
1. Dewasa : 0.5 - 1 gram 3 kali sehari, dosis maksimal 4 gram per hari
2. Anak usia 1 - 2 bulan 30-60 mg 3 kali sehari, dosis maksimal 60mg/kgBB per hari
3. Anak usia 3 - 6 bulan 60 mg 3 kali sehari
4. Anak usia 6 bulan - 2 tahun : 120 mg 3 kali sehari.
5. Anak usia 2 tahun - 4 tahun : 180 mg 3 kali sehari
6. Anak usia 4 tahun - 6 tahun : 240 mg 3 kali sehari.
7. Anak usia 6 tahun - 8 tahun : 240 mg - 250 mg 3 kali sehari.
8. Anak usia 8 tahun - 10 tahun : 360 mg - 375 mg 3 kali sehari.
9. Anak usia 10 tahun - 12 tahun : 480 mg - 500 mg 3 kali sehari

Efek Samping

Efek Samping:
Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Lanamol, yaitu:
1. Signifikan, Gangguan Sistem Peredaran Darah: Trombositopenia, leukopenia, neutropenia, pansitopenia, methaemoglobinaemia, agranulositosis, angioedem.
2. Gangguan pencernaan: Mual, muntah, konstipasi.
3. Gangguan sistem saraf: Sakit kepala.
4. Insomnia.
5. Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Eritema, pruritus.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Lanamol pada pasien yang memiliki indikasi:
-Pasien yang memiliki hipersensitifitas paracetamol
-Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati

Interaksi obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Lanamol:
1. Mengurangi penyerapan dengan colestyramine.
2. Konsentrasi serum menurun dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misal. Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).
3. Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya dengan penggunaan jangka panjang.
4. Peningkatan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone. Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
5. Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.


Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Lanamol atau Paracetamol ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”