Pengertian

Lanzox merupakan obat yang mengandung toksin botulinum tipe A 50 IU dan 100 IU. Lanzox berfungsi untuk terapi pengobatan strabismus (kedua mata tidak bergerak ke arah yang sama dan terlihat bergerak ke arah yang berbeda), blefarospasme (berkedip secara berlebihan) yang disertai dengan distonia (otot bergerak sendiri tanpa sadar), termasuk blefarospasme esensial jinak, hemifacial spasme (kedutan separuh wajah) pada pasien usia ≥ 12 tahun.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Relaksan Otot
  • Kandungan: Toksin botulinum tipe A 50 IU dan 100 IU
  • Bentuk: Serbuk Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 50 IU; Vial @ 100 IU
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Lanzox digunakan untuk terapi pada kondisi kedua mata tidak bergerak ke arah yang sama dan terlihat bergerak ke arah yang berbeda, mata berkedip secara berlebihan yang disertai dengan otot bergerak sendiri tanpa sadar, termasuk kedutan separuh wajah pada pasien usia ≥12 tahun.

Dosis & Cara Penggunaan

Lanzox termasuk ke dalam golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter.

  • Blepharospasm dan hemifacial spasme
    Dosis awal: 2,5 IU / 0,1 mL. Jika perawatan awal selama 1 minggu tidak memberikan efek, dosis dapat di tingkatkan.
    Pasien yang kambuh: Dosis ganda 5 U / 0,1 mL. Maksimal: 55 U / injeksi dan 200 U / bulan.
  • Strabismus otot vertikal & horizontal
  • Strabismus otot horizontal (20-40 prisma) dioptri: Dosis awal: 2.5 IU melalui injeksi intramuskular (melalui otot).
  • Strabismus otot horizontal 40-50 prisma diopters: Dosis awal: 2,5 IU melalui injeksi intramuskular (melalui otot), dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 IU.
  • Kelumpuhan saraf kranial VI persisten berlangsung> 1 m: 1,25-2,5 U. Maksimal 0,1 mL melalui injeksi intramuskular (melalui otot). Injeksi tambahan dapat diberikan dalam respon yang tidak mencukupi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul adalah disfagia (sulit menelan), pneumonia, aritmia (gangguan irama jantung), serangan jantung, iritasi.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien hipersensitif.

Interaksi Obat:
Tidak boleh diberikan bersama dengan aminoglikosida, blocker nondepolarisasi seperti curare, lincosamid, polimiksin, quinidine, Mg sulfat, antikolinesterase, suksinilkolin Cl dapat mempotensiasi efek toksin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lanzox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.