Lasal

Lasal

Obat

Pengertian

Lasal mengandung Salbutamol yang diproduksi oleh Lapi Indonesia terdiri dari 3 macam sediaan yaitu kapsul, sirup, injeksi. Perbedaan sediaan berfungsi untuk memepermudah Pasien yang sulit menelan dan menutupi rasa yang tidak enak pada obat. Sediaan Sirup dan Kapsul diminum melalui Oral (lewat mulut), sedangkan Injeksi disuntikan melalui Intravena (pembuluh darah). Lasal digunakan untuk Asma sesak nafas, Mengi (suara terjepit yang terjadi ketika bernafas), Dada terasa sesak dan tertekan. Salbutamol bekerja sebagai mengaktifkan adenyl cyclase, enzim yang merangsang produksi siklik adenosin yang menghambat fosforilasi miosin dan menurunkan konsentrasi Ca ionik intraseluler, sehingga menghasilkan relaksasi otot polos.

Keterangan

  1. Lasal Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiasmatik
    • Kandungan: Salbutamol 2 mg; Salbutamol 4 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @10 Kapsul
    • Farmasi: Lapi Indonesia.
  2. Lasal Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiasmatik
    • Kandungan: Salbutamol 500 mcg/mL
    • Bentuk: Cairan
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Vial 2 mL
    • Farmasi: Lapi Indonesia.
  3. Lasal Sirup

    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiasmatik
    • Kandungan: Salbutamol 2 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol 100 mL
    • Farmasi: Lapi Indonesia.

Kegunaan

Lasal digunakan untuk penyakit asma sesak nafas, mengi, dada terasa sesak dan tertekan.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter.

Aturan penggunaan Lasal Kapsul:

  • Pada orang dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun diminum 2-4 mg 3-4 kali sehari hingga 8 mg 3-4 kali sehari jika diperlukan
  • Pada anak-anak 2-6 tahun diminum 1-2 mg 3-4 kali sehari
  • Pada anak-anak 6-12 tahun diminum 2 mg 3-4 kali sehari
  • Pada manula diminum 2 mg 3-4 kali sehari
  • Sesuai petunjuk dengan Anjuran Dokter.

Aturan penggunaan Lasal Sirup:

  • Dewasa 5-10 mL, 2-3 kali sehari
  • Anak 6-12 tahun 5 mL, 2-3 kali sehari
  • Anak kurang dari 6 tahun 2.5-5 mL, 2-3 kali sehari
  • Sesuai petunjuk dengan Anjuran Dokter.

Aturan penggunaan Lasal Injeksi:

  • Dewasa 0,5-1 mL.
  • Anak 0,2-0,3 mL.
  • Sesuai petunjuk dengan Anjuran Dokter.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Lasal adalah sakit kepala, insomnia, tekanan darah tinggi, hipotensi, peningkatan jumlah keringat, reaksi alergi, diabetes melitus, kram otot, gejala seperti flu, konjungtivitis (peradangan selaput yang meliputi bagian depan mata), infeksi saluran kemih, hipokalemia (keadaan dimana kadar kalium yang terdapat di dalam darah berada pada jumlah yang lebih rendah), tremor/gemetar, gugup, mual dan muntah, takikardia (kondisi di mana detak jantung seseorang di atas normal dalam kondisi beristirahat), palpitasi (perasaan yang tidak menyenangkan yang disebabkan oleh denyut jantung yang tidak teratur), nyeri dada.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Lasal pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Umur kehamilan kurang dari 22 minggu
  • Reaksi hipersensitivitas (reaksi alergi berlebihan) terhadap salbutamol dan golongannya
  • Pasien dengan riwayat takiaritmia jantung (gangguan denyut jantung).

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Lasal:

  • Peningkatan resiko efek kardiovaskuler dengan agen simpatomimetik lainnya
  • Efek antagonis (berlawanan) dengan β-blocker.
  • Peningkatan resiko hipokalemia denga agen depleting K (misalnya kortikosteroid, diuretik, xanthines, digoxin)
  • Peningkatan risiko edema paru dengan kortikosteroid
  • Mungkin berlawanan efek dengan anti-diabetes. Efek dapat diubah oleh guanethidine, reserpin, metildopa, Asam Tricarbosilat (TCA) dan Monoamine Oksidase Inhibitors (MAOIs).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Lasal ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter