Pengertian

Lekuicin mengandung Levofloxacin. Levofloxacin digunakan untuk menyembuhkan infeksi sedang hingga berat yang disebabkan oleh bakteri antara lain infeksi sinusitis maksilaris akut, eksaserbasi bakterial akut pada bronkitis kronik, pneumonia komunitas (community-acquired pneumonia), uncomplicated skin dan skin structure infections, infeksi saluran kemih kompleks (complicated urinary tract infection) dan pielonefritis akut karena mikroorganisme yang sensitif.

Keterangan

  1. Lekuicin Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti biotik
    • Kandungan: Levofloxacin 500mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
    • Farmasi: Ferron Par Pharmaceuticals
  2. Lekuicin Infus
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti biotik
    • Kandungan: Levofloxacin 5mg/mL
    • Bentuk: Vial
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Vial @ 100 mL; Vial @ 150 mL
    • Farmasi: Ferron Par Pharmaceuticals

Kegunaan

Lekuicin digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri baik infeksi ringan maupun berat.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat keras harus dengan resep Dokter.

Aturan penggunaan ekuicin Tablet:

  • Sinusitis bakteri akut
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 10-14 hari.
  • CAP (pneumonia yang didapat komunitas), infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7-14 hari.
  • Pengobatan dan profilaksis pasca pajanan antraks inhalasi
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 8 minggu.
    Anak: ≥6 bln ≤50 kg: 8 mg / kg 12 jam selama 60 hari
    (tidak melebihi 250 mg / dosis).
    > 50 kg: 500 mg 24 jam selama 60 hari.
  • Pielonefritis
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7-10 hari.
  • Eksaserbasi bakteri akut bronkitis kronis
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7-10 hari.
  • Prostatitis bakteri kronis
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 28 hari.
  • Infeksi saluran kemih yang rumit
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7-14 hari.
  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi
    Dewasa: 250 mg sekali sehari selama 3 hari.

Aturan penggunaan Lekuicin Infus:

  • Infeksi saluran kemih yang rumit
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7-14 hari. Diberikan setidaknya 60 menit.
  • Pielonefritis
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 7-10 hari. Diberikan setidaknya 60 menit.
  • Pneumonia yang didapat dari masyarakat, infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit
    Dewasa: 500 mg sekali sehariselama 7-14 hari.Berikan setidaknya 60 menit.
  • Pengobatan dan profilaksis pasca pajanan antraks inhalasi
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 8 minggu. Berikan setidaknya 60 menit.
    Anak: ≥6 bln ≤50 kg: 8 mg / kg 12 jam selama 60 hari (tidak melebihi 250 mg / dosis).
    BB > 50 kg: 500 mg 24 jam selama 60 hari.
  • Prostatitis bakteri kronis
    Dewasa: 500 mg sekali sehari selama 28 hari. Berikan setidaknya 60 menit.

 

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin timbul adalah:

  • Efek samping tenditis/kondisi peradangan atau iritasi pada tendon yang tidak segera hilang meskipun penggunaan fluorokuinolon dihentikan, efek ini masih terasa hingga beberapa bulan setelah pengobatan dihentikan.
  • Reaksi hipersensitivitas kulit diantaranya erupsi/reaksi alergi kulit,urtikaria/kulit melepuh,makula eritema/ kondisi kulit yang ditandai dengan kemerahan atau ruam, dan sindrom Steven Johnson/kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut,dubur, dan alat kelamin.

Kontraindikasi:
Tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki reaksi alergi terhadap kandungan obat atau golongan kuinolon lain Tidak boleh di gunakan pada pasien dengan epilepsi dan Penderita dengan usia dibawah 18 tahun, ibu menyusui, ibu hamil.

Interaksi Obat:

  • Efek aditif pada perpanjangan interval QT bersama kelas IA (misalnya. Quinidine, procainamide) atau kelas III (amiodarone, sotalol) antiaritmia, fluoxetine atau imipramine.
  • Pengurangan penyerapan dg sukralfat, ddI, antasid yang mengandung Mg atau Al, suplemen makanan yang mengandung Zn, Ca, Mg atau Fe.
  • Perubahan kadar glukosa dg agen antidiabetes (mis. Insulin, glibenclamide).
  • Peningkatan risiko gangguan tendon berat dengan kortikosteroid. Meningkatnya risiko stimulasi dan kejang SSP bersama NSAID.
  • Peningkatan waktu protrombin bersama warfarin.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Lekuicin ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.