Lodoz

Lodoz

Obat

Pengertian

Lodoz merupakan obat yang mengandung bisoprolol fumarate dan hydrochlorthiazide. Lodoz digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Bisoprolol mengurangi tekanan otot jantung. Sedangkan, Hydrochlorthiazide berfungsi sebagai diuretik yang dapat mengeluarkan cairan dari dalam tubuh.

Keterangan

    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Diuretik, Agen Beta Bloker
    • Kandungan: Bisoprolol fumarate 2.5 mg dan hydrochlorthiazide 6.25 mg; Bisoprolol fumarate 5 mg dan hydrochlorthiazide 6.25 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Merck Indonesia

Kegunaan

Lodoz digunakan untuk terapi hipertensi.

Dosis & Cara Penggunaan

Lodoz merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus berdasarkan resep Dokter.

Dosis awal Bisoprolol 2.5 mg-Hydrochlorothiazide 6.25 mg sehari sekali, dosis maksimal Bisoprolol 20 mg-Hydrochlorothiazide 12.5 mg sehari sekali.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Lodoz adalah:

  • Pembengkakkan muka, lengan, tangan, betis dan kaki
  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Kenaikan berat badan
  • Nafas pendek
  • Kelelahan
  • Detak jantung yang tidak beraturan.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap komponen lodoz
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit anuria (ginjal tidak bisa mengeluarkan urin)
  • Pasien yang memiliki riwayat shock jantung, gagal jantung
  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensiitif terhadap derivat sulfonamid

Interaksi Obat:

  • Reserpine dan guanethidine dapat memproduksi aktivitas simpatis yang berlebihan
  • Digitalis glycosides dapat meningkatkan resiko brakikardia (detak jantung lambat)
  • Meningkatkan hipokalemia (kekurangan ion kalium dalam tubuh) dengan obat kortikosteroid, acth, amphoterisin, carbenoxolone, derivat asam salislat.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan lodoz ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter