Mabthera

Mabthera

Obat

Pengertian

Mabthera merupakan sediaan infus yang di produksi oleh Boehringer Ingelheim, yang memiliki kandungan Rituximab. Obat ini digunakan untuk mengatasi kanker kelenjar getah bening (jenis limfoma non-Hodgkin), kanker darah (jenis leukemia limfositik kronis), dan rheumatoid arthritis/peradangan sendi. Rituximab bekerja dengan cara menghabiskan sel darah yang mengalami gangguan akibat ketiga penyakit tersebut. Dengan berkurangnya sel yang terganggu, tingkat keparahan ketiga penyakit di atas dapat ditekan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat antikanker
  • Kandungan: Rituximab 10 mg/ml
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan:Dus, 1 Vial @ 50 ml; Dus, Vial @ 10 ml
  • Farmasi: Boehringer Ingelheim.

Kegunaan

Mabthera di gunakan untuk mengatasi kanker kelenjar getah bening (jenis limfoma non-Hodgkin), kanker darah (jenis leukemia limfositik kronis), dan rheumatoid arthritis/peradangan sendi.

Dosis & Cara Penggunaan

Harus Dengan Resep Dokter.

  1. Limfoma (kanker yang dimulai pada sel sistem kekebalan)
    Di berikan dosis 375 mg/m2 Luas Permukaan Tubuh, sekali seminggu.
  2. Rheumatoid arthritis
    Di berikan dosis 1 gram, diberikan 2 kali dengan rentang waktu 2 minggu.
  3. Leukemia limfositik kronis
    di berikan dosis 375 mg/m2 Luas Permukaan Tubuh sebagai dosis awal, di lanjutkan dengan dosis 500 mg/m2 setiap 28 hari.

Efek Samping

  • Gatal-gatal
  • Pusing
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Nyeri dada
  • Lemas
  • Ruam kulit
  • Pembengkakan pada lidah, bibir, tenggorokan dan wajah.

Kontraindikasi

  • Hipersensitif (reaksi berlebih atau sangat sensitif) terhadap protein murin.
  • Infeksi aktif dan berat seperti TB,sepsis, daninfeksi oportunistik (Infeksi pada individu yang sistem kekebalannya terganggu).
  • Gagal jantung kongestif berat (NYHA kelas IV) atau penyakit jantung yang berat dan tak terkontrol.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Mabthera ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter