Merocef

Merocef

Obat

Pengertian

Merocef merupakan obat yang mengandung meropenem 1 gram. Merocef merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengatasi pneumonia (infeksi paru yang menyebabkan paru-paru membengkak), septikemia (keracunan darah akibat bakteri dalam jumlah besar masuk ke dalam aliran darah), infeksi saluran kemih, infeksi ginekologi (infeksi sistem reproduksi wanita), infeksi pada pasien neutropenia (jumlah neutrofil yang merupakan bagian dari sel darah putih dalam darah menurun), dan meningitis.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: meropenem 1 g.
  • Bentuk: Serbuk Injeksi.
  • Satuan penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, Vial @ 1 Gram.
  • Farmasi: Mahakam Beta.

Kegunaan

Merocef digunakan untuk menangani berbagai kondisi yang diderita akibat adanya infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Merocef merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan merocef juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan merocef sebaiknya dibantu dengan petugas medis.

  1. Infeksi yang rentan: di berikan dosis 0,5-1 g setiap 8 jam melalui injeksi intravena (pembuluh darah) selama sekitar 3-5 menit atau diinfuskan selama sekitar 15-30 menit.
  2. Meningitis; Cystic fibrosis: di berikan dosis 2 g setiap 8 jam diinfuskan selama sekitar 15-30 menit.
  3. Infeksi kulit dan struktur kulit: di berikan dosis 500 mg setiap 8 jam melalui injeksi intravena (pembuluh darah) selama kurang lebih 3-5 menit atau diinfuskan selama kurang lebih 15-30 menit.
  4. Infeksi intra-abdominal: Sebagai meropenem trihydrate: di berikan dosis 1 g setiap 8 jam setiap kali melalui infus selama kurang lebih 15-30 menit atau melalui injeksi selama kurang lebih 5 menit.

Efek Samping

  • Iritasi dan bengkak di tempat yang diinjeksi
  • Demam, sakit kepala.
  • Muncul ruam pada kulit dan gatal
  • Sakit perut, diare

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap obat meropenem.

Interaksi Obat
Tidak boleh di berikan bersamaan dengan divalproex sodium, probenecid, valproic acid.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Merocef ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter