Pengertian

Merpen merupakan sediaan obat dalam bentuk injeksi yang diproduksi oleh Meprofarm Indonesia. Merpen adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit infeksi bakteri yang responsif terhadap Merpen. Merpen mengandung zat aktif Meropenem 1 g, yang merupakan salah satu golongan antibiotik Beta Lactam. Meropenem bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga terjadi kebocoran sel bakteri dan bakteri lisis.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Beta Lactam
  • Kandungan: Meropenem
  • Bentuk: Serbuk Injeksi 1 g.
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Dus, 1 Vial @ 1 g
  • Farmasi: Meprofarm Indonesia.

Kegunaan

Merpen digunakan untuk mengobati penderita infeksi yang disebabkan oleh bakteri, misalnya: infeksi paru (pneumonia), penyakit jantung iskemik (Ischaemic Heart Disease) ISK, dan infeksi rahim (ginekologis).

Dosis & Cara Penggunaan

Merpen merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

  • Infeksi intra-abdominal Sebagai meropenem trihydrate: di berikan dosis 1 g setiap 8 jam setiap kali melalui infus selama kurang lebih 15-30 menit atau melalui injeksi selama kurang lebih 5 menit.
  • Infeksi kulit dan struktur kulit: di berikan dosis 500 mg setiap 8 jam melalui injeksi intravena (pembuluh darah) selama kurang lebih 3-5 menit atau diinfuskan selama kurang lebih 15-30 menit.
  • Infeksi yang rentan: di berikan dosis 0,5-1 g setiap 8 jam melalui injeksi intravena (pembuluh darah) selama sekitar 3-5 menit atau diinfuskan selama sekitar 15-30 menit.
  • Meningitis; Cystic fibrosis: di berikan dosis 2 g setiap 8 jam diinfuskan selama sekitar 15-30 menit.

Efek Samping

Reaksi di tempat suntikan lokal, reaksi alergi sistemik, ruam, gatal disertai ruam (pruritus), biduran (urtikaria), sakit perut, mual, muntah, diare, trombositopenia.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap meropenem, karbapenem lainnya. Riwayat reaksi anafilaksis terhadap β-laktam (misal. Penisilin, sefalosporin).

Interaksi Obat

  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan probenesid.
  • Dapat menurunkan kadar asam valproat dalam plasma sehingga meningkatkan risiko kejang.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Merpen ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).