Pengertian

Mikasin memiliki kandungan amikacin yang merupakan obat golongan antibiotik aminoglikosida yang bermanfaat untuk menangani infeksi akibat bakteri. Obat ini bekerja dengan cara menghambat dan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi seperti infeksi pada penyakit paru-paru, selaput otak atau saluran kemih.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 2 mL
  • Farmasi: Dankos Farma
  • Kandungan:
    • Amikacin 250 mg;
    • Amikacin 500 mg.

Kegunaan

Mikasin digunakan untuk mengobati septicemia bakteri (dalam darah terdapat bakteri dan sering dikaitkan dengan penyakit berat); infeksi serius pada saluran pernapasan, tulang dan sendi, infeksi pada sistem saraf pusat, kulit dan jaringan lunak; infeksi intra-abdominal (rongga perut); luka bakar yang terinfeksi; infeksi pasca operasi; infeksi saluran kemih serius dan berulang.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  • Dewasa dan anak-anak, bayi: 7,5 mg / kg berat badan setiap 12 jam atau 5 mg / kg berat badan setiap 8 jam.
  • Dosis Bayi Baru Lahir: 10 mg / kgBB, kemudian 7,5 mg / kgBB setiap 12 jam. Maksimal: 15 mg / kgBB / hari. Durasi pengobatan yang biasa: 7-8 hari.
  • Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi: 250 mg 2 kali sehari.

Efek Samping

  • Ototoksisitas (gangguan pada fungsi pendengaran)
  • Nefrotoksisitas (penyakit ginjal akibat paparan obat)
  • Ruam kulit
  • Neurotoksisitas (efek samping pada sistem saraf pusat, saraf perifer atau organ sensorik)

Kontraindikasi:
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif

Interaksi Obat:
Meningkatkan toksisitas jika diberikan bersama dengan aminoglikosida, sefaloridin, polimiksin B, colistin, asam ethacrynic dan furosemide lainnya, diuretik kuat, anestesi atau obat penghambat neuromuskuler.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Mikasin ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).