Pengertian

Moisderm merupakan salah satu sediaan krim yang mengandung zat aktif Urea, obat ini diproduksi oleh Interbat. Moisderm digunakan untuk gangguan kulit seperti, kulit kering, kasar, bersisik, penebalan kulit dan berwarna hitam serta masalah pada kuku. Urea bekerja sebagai keratolitik yang mampu meningkatkan kelembapan kulit dengan menghancurkan zat keratin pada lapisan kulit paling atas. Selain itu, urea juga membantu menghilangkan sel kulit mati dan membantu kulit menyimpan lebih banyak air di dalamnya.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antijamur Topikal.
  • Kandungan: Urea 10%; Urea 20%
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 20 Gram.
  • Farmasi: Interbat.

Kegunaan

Moisderm digunakan untuk mengobati iktiosis (kulit kering dan bersisik), hiperkeratosis atau kondisi kulit bersisik seperti psoriasis (penyakit yang muncul akibat reaksi sistem kekebalan yang terjadi pada kulit ditandai dengan bercak putih, perak, atau merah bersisik tebal), dermatitis atopik (radang kulit disertai gatal).

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Gunakan 2 kali sehari sesudah mandi, Oleskan tipis-tipis pada kulit yang terinfeksi.

Efek Samping

  • Terbakar ringan atau menyengat.
  • Iritasi kulit (rasa nyeri tersengat dan terbakar).
  • Kemerahan parah atau iritasi pada kulit diobati.
  • Gatal-gatal ringan.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Moisderm pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Gangguan fungsi ginjal
  • Edema paru
  • Gagal jantung.
  • Penyakit sel sabit dengan tanda dan gejala keterlibatan sistem syaraf pusat.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Moisderm:
Peningkatan ekskresi lithium.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Moisderm ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).